Dean Huijsen, Real Madrid, dan Penyesalan Juventus

Juventus menyesal melepas Dean Huijsen ke Bournemouth. Kini bek muda Spanyol itu bersinar di Real Madrid dan Piala Dunia Antarklub.

Diperbarui 02 Juli 2025, 03:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ketika Juventus menghadapi Real Madrid di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub, mereka mungkin menyesal melepas Dean Huijsen kurang dari setahun lalu. Bek muda yang pernah jadi andalan akademi Juve itu kini tampil mengesankan bersama Los Blancos.

Huijsen direkrut Madrid dari Bournemouth dengan biaya 50 juta pounds, hanya beberapa bulan setelah Bournemouth membelinya dari Juventus seharga 16 juta pounds. Nilai pasar sang bek melonjak tajam, dan ia terbukti jadi starter menghadapi mantan klubnya.

Pemain yang sempat menimba ilmu di Malaga ini pertama kali dipantau oleh Matteo Tognozzi dan masuk skuad U-17 Juventus pada 2021. Namun, kesempatan untuk menembus tim utama tak kunjung datang.

Potensi Besar, Dijual Terlalu Cepat demi Keuangan Klub

Meski sempat dipinjamkan ke AS Roma dan mendapat pujian dari Jose Mourinho, Juventus tak memberinya peluang berarti di skuad utama. Usai kembali ke Turin, harapan sempat muncul bahwa Huijsen akan dipertahankan, namun kenyataannya berkata lain.

Juventus memilih menjualnya ke Bournemouth dengan nilai yang terbilang rendah. Keputusan itu kabarnya dipicu oleh kebutuhan keuangan mendesak klub. Namun, hanya dalam hitungan bulan, Bournemouth menjualnya kembali ke Real Madrid dengan harga lebih dari tiga kali lipat.

Jurnalis Gianluca Oddenino menilai keputusan Juventus sebagai "terlalu terburu-buru dan tidak cerdas". Sumber dalam klub juga menyebut bahwa semua orang yakin Huijsen bisa jadi pemain penting musim ini.

Huijsen Bersinar di Madrid, Juve Krisis di Lini Belakang

Sejak pindah ke Madrid, Huijsen langsung mencuri perhatian. Ia tidak hanya jadi bagian penting di lini belakang, tapi juga mendapat panggilan ke tim nasional Spanyol.

Sementara itu, Juventus justru mengalami musim yang sulit di sektor pertahanan. Performanya yang tidak stabil berkontribusi pada pemecatan pelatih Thiago Motta pada Maret 2025, jauh sebelum musim berakhir.

Meski demikian, Huijsen menunjukkan kedewasaan dengan tidak menyimpan dendam. “Saya berterima kasih kepada Juventus, saya belajar banyak di sana,” ucapnya singkat. Huijsen sekarang fokus menyambut masa depan yang kini terlihat sangat cerah bersama Real Madrid.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kalah dari Arab Saudi, Tim Basket Indonesia Tersingkir dari Asian Games 2026

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan