Rekam Jejak Pelatih Australia Tony Popovic vs Timnas Indonesia Patrick Kluivert: Siapa Paling Menyala?

Melihat rekam jejak saat masih bermain, pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert dulunya merupakan striker kelas dunia yang dikenal berkat penampilan gemilang di level klub maupun internasional. Namun sebagai pelatih, siapakah yang lebih menyala di antara juru taktik Australia Tony Popovic vs Patrick Kluivert?

Diterbitkan 14 Maret 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia bakal segera melanjutkan perjuangan mereka dalam merebut tiket ajang sepak bola bergengsi dunia lewat putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Jay Idzes dan kawan-kawan dijadwalkan bertamu ke markas Australia pada 20 Maret, lalu kembali ke Tanah Air untuk menjamu Bahrain lima hari berselang.

Duel ini bakal jadi momen penting, mengingat skuad Garuda tengah memepet Socceroos di klasemen sementara grup C. Timnas Indonesia menduduki peringkat 3 dan tercatat telah mengumpulkan 6 poin dari 6 laga yang dilakoni, dengan Australia cuma unggul 1 angka usai memperoleh 7 poin di urutan kedua.

Menariknya lagi, berbeda dari pertemuan Indonesia vs Australia di leg pertama, pasukan Merah Putih kini bakal didampingi arsitek baru.

PSSI pada awal tahun resmi mempekerjakan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala menggantikan Shin Tae-yong yang sebelumnya menduduki jabatan di kursi panas sejak akhir 2019.

Perbandingan prestasi juru taktik Timnas Indonesia dengan pelatih Australia Tony Popovic pun mau tak mau jadi sorotan jelang debut Kluivert yang bakal jadi ajang pembuktian kualitasnya.

Lantas jika dilihat dari rekam jejak duo pelatih, manakah yang lebih bersinar sejauh ini? Simak ulasan lengkapnya pada halaman berikut.

Karier Sepak Bola Tony Popovic

Tony Popovic mengawali karier sebagai bek tangguh di era 1980-an akhir. Dia sempat memperkuat Sydney United dan tampil dalam 162 pertandingan disertai kontribusi 14 gol sepanjang periode 1989 hingga 1997 di klub tersebut.

Setelahnya, pria kelahiran 4 Juli 1973 berlabuh di Jepang bersama Sanfrecce Hiroshima. Kariernya di negeri Sakura pun cukup panjang, dengan dia tercatat membela tim selama lima tahun serta menyumbangkan 13 gol dalam 87 pertandingan yang dimainkan.

Panggung Liga Inggris pun coba dijajal Popovic setelah pisah dari klub Jepang. Dia hijrah ke Crystal Palace pada 2001 dan kembali mencatatkan tiga digit pertandingan, yakni 123, sebelum pindah ke Al-Arabi SC di Qatar lima tahun berselang.

Selepas itu, Popovic kembali ke tanah kelahirannya dan bergabung dengan Sydney FC sampai gantung sepatu pada 2008. Sepanjang menjadi penggawa, dia juga sempat menorehkan 59 caps untuk Timnas Australia, menurut situs Transfermarkt, diiringi sumbangsih 8 gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Berbekal pengalaman bermain yang cukup mentereng, Tony Popovic memberanikan diri menjajal karier sebagai pelatih di usia cukup muda, yakni 35 tahun pada 2008. Ketika itu dia lebih dulu diangkat sebagai asisten pelatih di klub lamanya Sydney FC lalu sempat berpindah ke Crystal Palace berdasarkan catatan di Transfermarkt. Setelahnya, Popovic diberi kepercayaan menjadi arsitek Western Sydney Wanderers hingga 2017, di mana dia mulai menunjukkan tangan dinginnya dengan menyumbangkan trofi AFC Champions League pada 2014 serta memenangkan A League Premiership dengan klub yang sama. Popovic berpindah-pindah dari Karabukspor ke Perth Glory, menuju AO Xanthi, hingga Melbourne Victory usai menuntaskan kebersamaan dengan Western Sydney Wanderers. Sepanjang petulangan itu, dia juga sempat kembali meraih trofi, di antaranya Australian Cup dengan Melbourne pada 2022. Adapun Popovic akhirnya beralih peran ke pelatih tim nasional usai mendapat kepercayaan dari federasi sepak bola Australia pada September 2024. Dia bertugas menggantikan Graham Arnold dan belum tersentuh kekalahan dalam 4 laga dengan Socceroos.

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan