3 Kemungkinan Susunan Pemain Manchester United saat Dipoles Ruud van Nistelrooy

Ruud van Nistelrooy untuk sementara akan menangani Manchester United usai Ten Hag dipecat.

OlehThomas
Diterbitkan 30 Oktober 2024, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Formasi MU

Formasi yang digunakan adalah 4-2-3-1, dengan susunan pemain sebagai berikut:

  • Pemain Kiper: Andre Onana
  • Pemain Belakang: Diogo Dalot, Matthijs de Ligt, Lisandro Martinez, Noussair Mazraoui
  • Pemain Tengah: Christian Eriksen, Casemiro
  • Pemain Depan: Marcus Rashford, Bruno Fernandes, Alejandro Garnacho
  • Ujung Tombak: Joshua Zirkzee

Jika Ruud van Nistelrooy memutuskan untuk mempertahankan Casemiro di posisi gelandang, perubahan di lini depan bisa menjadi langkah yang bijaksana. Memberikan lebih banyak kesempatan kepada Joshua Zirkzee sebagai penyerang utama dapat menjadi solusi yang menarik, terutama mengingat performa Rasmus Hojlund yang baru mencetak dua gol di semua kompetisi musim ini.

Pemain asal Belanda, Hojlund, belum berhasil menambah pundi-pundi golnya sejak mencetak satu-satunya gol di pertandingan pembuka Premier League melawan Fulham. Meskipun demikian, ia menunjukkan kontribusi positif dengan memberikan assist untuk gol Casemiro saat melawan West Ham United setelah masuk dari bangku cadangan.

Dengan mempertimbangkan performa dan potensi yang dimiliki Zirkzee, Ruud van Nistelrooy mungkin perlu mengevaluasi untuk menempatkannya dalam starting XI. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi dinamika tim dan meningkatkan peluang mencetak gol di laga-laga mendatang.

Perubahan Skema

Manchester United (MU) dapat mempertimbangkan formasi 3-5-2 sebagai solusi untuk memperbaiki performa pertahanan yang sering mendapat kritik. Dalam skema ini, posisi pemain akan diisi oleh:

  • Andre Onana (kiper)
  • Matthijs de Ligt, Jonny Evans, Lisandro Martinez (bek tengah)
  • Diogo Dalot, Bruno Fernandes, Casemiro, Christian Eriksen, Noussair Mazraoui (gelandang)
  • Rasmus Hojlund, Marcus Rashford (penyerang)

Penerapan formasi ini memungkinkan MU untuk menempatkan tiga bek tengah, yang dapat memberikan stabilitas lebih di lini belakang. Jonny Evans, dengan pengalaman yang dimilikinya, dapat menjadi kunci dalam memperkuat pertahanan tim. Meskipun MU jarang melatih formasi ini, perubahan taktis ini bisa menjadi langkah positif untuk mengatasi masalah defensif yang ada.

Dengan formasi 3-5-2, bek sayap seperti Noussair Mazraoui dan Diogo Dalot dapat berfungsi lebih agresif. Mereka tidak hanya bertugas bertahan, tetapi juga dapat membantu serangan dengan maju ke depan dan bertransformasi menjadi pemain sayap. Hal ini akan memberikan variasi dalam serangan dan menciptakan lebih banyak peluang bagi penyerang.

Formasi ini juga memungkinkan adanya tiga gelandang, memberikan kontrol lebih besar di tengah lapangan. Rasmus Hojlund akan mendapatkan dukungan dari Marcus Rashford, yang cocok untuk berperan sebagai penyerang dinamis. Kombinasi ini berpotensi meningkatkan efektivitas serangan MU.

Secara keseluruhan, penerapan formasi 3-5-2 bisa menjadi strategi yang menarik bagi Manchester United untuk memperkuat pertahanan sekaligus meningkatkan daya serang tim. Dengan penyesuaian taktis yang tepat, tim dapat menghadapi tantangan di musim ini dengan lebih percaya diri.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan