Ogah Toleransi Match Fixing, Erick Thohir Apresiasi Penangkapan Pelaku oleh Polri

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut baik tindakan penahanan yang dilakukan oleh pihak Polri terhadap tiga pelaku dugaan suap pengaturan skor pertandingan, serta rekomendasi hukuman dari Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri terhadap dua klub pelaku match fixing.

Diperbarui 21 Desember 2023, 16:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya berharap tindakan penegakan dan penerapan hukum bagi pihak-pihak yang ingin menghancurkan sepakbola Indonesia ini membuat efek jera, sekaligus menjadi sinyal bahwa PSSI, Polri, dan Satgas Anti Mafia Bola sangat serius," ucap Erick, seperti dilansir dari rilis resmi yang diterima Liputan6.com.

"Saya ingin klub-klub peserta semua kompetisi liga juga hati-hati, sebab klub bisa terkena hukuman jika terlibat match fixing," tegas Ketua Umum PSSI.

Dua Klub Liga 1 Terancam Hukuman Berat

Selaras dengan pernyataan Erick, dua klub peserta Liga 1 2023-2024, PSS Sleman dan Persikabo 1973 terancam hukuman oleh Komdis PSSI seusai mendapatkan hasil rekomendasi dari Tim Satgas Antimafia Bola Mabes Polri. PSS Sleman saat ini dalam status terancam pengurangan poin sekaligus degradasi secara otomatis ke Liga 2. 

Potensi ancaman tersebut berkaitan dengan bukti-bukti kasus pengaturan skor atau match fixing dalam pertandingan Liga 2 2018 antara PSS Sleman Vs Madura FC, seperti yang diungkap oleh Tim Satgas Antimafia Bola Mabes Polri. 

Sesuai aturan yang berlaku dari tiga sanksi, diyakini jika PSS Sleman bakal terancam degradasi, bahkan sanksi tambahan berupa denda hingga Rp 150 juta. 

Sedangkan khusus Persikabo 1973, klub tersebut terancam sanksi pengurangan poin lantaran menerima sponsor dari situs judi online.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan