ASEAN Basketball League Bergulir Lagi, Indonesia Diwakili Louvre

Louvre akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ABL 2023. Jamarr Andre Johnson akan menjadi salah satu andalan Louvre di ABL.

OlehThomas
Diterbitkan 02 Januari 2023, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Yerikho ini pernah disanksi seumur hidup oleh liga basket Indonesia IBL karena terlibat pengaturan skor. Namun sanksi untuk di luar IBL hanya berlaku setahun sehingga Yerikho bisa dipakai Louvre di ABL.

"Kami ingin memberikan kesempatan kedua kepada Yerikho Tausela. Manusia kan tidak pernah luput dari kesalahan. Saya pun demikian," tutur Erick lagi.

Pay per View

Terobosan baru juga dibuat Erick. Louvre menerapkan sistem pay per view untuk pertandingan mereka di ABL 2023. Pencinta basket yang ingin menyaksikan aksi Jamarr dan kolega harus membayar Rp 10.000 per hari untuk bisa menonton live streaming di tiket.com.

"Kami menjadi tim ABL pertama yang membuat terobosan memakai Pay per View. Saya yakin di masa depan industri basket akan seperti ini. Pemasukkan dari fans penting bagi tim," tutur Erick.

Tim terakhir yang menjadi juara ABL kebetulan merupakan wakil Indonesia, CLS Knights Surabaya pada musim 2018-2019. Sedangkan di musim 2019-2020, Indonesia tak memiliki wakil. Namun kompetisi dibatalkan di tengah jalan akibat pandemi Covid-19.

Pelatih CLS saat juara ABL Brian Rowson sendiri sudah dipastikan akan dipakai Louvre untuk menangani tim. Beberapa asisten dari luar negeri juga bakal dipakai membantu Rowson di Louvre.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan