Sukses

Dapat Pujian Pelatih, Mampukah Generasi Baru Kroasia Bungkam Brasil di Perempat Final Piala Dunia 2022?

Liputan6.com, Jakarta Para pemain tim nasional Kroasia yang berhasil mencapai perempat final Piala Dunia 2022 mendapat pujian dari sang pelatih, Zlatko Dalic. Mereka merupakan generasi baru Kroasia, yang membutuhkan waktu untuk menjadi dewasa.

“Kami membutuhkan waktu untuk menjadi dewasa, tetapi saya percaya bahwa bagi kami berada di sini di Piala Dunia ini di antara delapan tim terbaik di dunia adalah hal yang luar biasa,” ujar Dalic seperti dilansir firstpost (9/12/2022).

Kroasia akan menantang Brasil, juara dunia empat kali, di Stadion Education City. Pertandingan ini bisa disaksikan di SCTV, Indosiar, Nex Parabola dan live streaming Vidio.

Kroasia yang dihuni gabungan pemain senior dan pemain muda tetap merupakan tim yang tetap berbahaya. Lini tengah masih jadi andalan Dalic untuk meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan.

Beberapa pemain inti di Piala Dunia 2018 Rusia juga masih dibawa ke Piala Dunia 2022. Selain Modric, masih ada nama Dejan Lovren, Domagoj Vida, Ivan Perisic, dan Kovacic.

Merekalah yang akan membimbing pemain-pemain muda potensial seperti Josip Stanisic, Josko Gvardiol, Luka Susic dan lainnya sehingga menjadi generasi emas yang baru.

Pemain-pemain muda itu lahir dari sistem pembinaan yang disusun oleh Federasi Sepak bola Kroasia (HNS). Selain mengalokasikan anggaran sebesar 2 juta euro tiap tahun untuk mengembangkan pembinaan usia dini, HNS juga membuat peraturan, bahwa di level U-12, setiap tim hanya diperkuat enam sampai delapan pemain.

Mereka bermain di lapangan yang ukurannya disesuaikan dengan umur mereka. Hal tersebut untuk memancing kreativitas para pemain.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Kreativitas

“Kreativitas adalah yang terpenting. Kami selalu mengajari mereka untuk menjadi kreatif. Mereka akan tahu cara menembak, memainkan satu sentuhan, dan menggiring bola. Tetapi pilihan-pilihan diserahkan kepada mereka,” ujar Martin Novoselac, mantan kepala pembinaan usia muda Kroasia, dilansir dari The Guardian.

Solidnya lini tengah menurut Delic membuat pemain harus berusaha menggerakkan bola dan menciptakan peluang melalui penguasaan bola.

“Ketika tim Anda memiliki lini tengah seperti kami, Anda harus berusaha untuk menggerakkan bola dan menciptakan peluang melalui penguasaan bola. Kami harus bermain dari belakang, dan ketika gelandang tidak harus turun ke dalam untuk mendapatkan bola, kami lebih akan lebih berbahaya. Kami akan menekan jika memungkinkan, dan jika tidak, kami akan bertahan dalam satu blok,” beber Dalic seperti dilansir dari The Guardian.

Sedangkan kapten Kroasia, Luka Modric yakin bahwa para pemain dapat memberikan hasil yang mengejutkan melawan.

3 dari 5 halaman

Mengulang Perjalanan

Modric masih merupakan motor Kroasia di lini tengah. Meski sudah berusia 37 tahun, pemain Real Madrid itu tetap menjadi andalan lini tengah Kroasia. Ditemani Marcelo Brozovic dan Mateo Kovacic, Modric masih mampu mengorganisir lini tengah Kroasia menjadi solid.

Pemain kelahiran 9 September 1985 itu sudah membela Kroasia sejak Piala Dunia 2006. Modric sudah menjalani empat Piala Eropa dan empat Piala Dunia (termasuk Piala Dunia 2022). Generasi emas Kroasia yang mencapai semi final Piala Dunia 1998 pun terpatahkan oleh generasi Modric dkk. Sebab skuad besutan Dalic ini mampu menjadi runner-up Piala Dunia 2018.

Kroasia tentu ingin mengulang perjalanan luar biasa mereka di Piala Dunia 2018 Rusia, saat mencapai final.

Kini di Qatar, timnas Kroasia telah mencapai perempat final, mengungguli Belgia, dan menyingkirkan Jepang lewat adu penalty di babak 16 besar

4 dari 5 halaman

Bintang Baru

Kroasia mengikuti perjalanan luar biasa mereka ke final di Rusia pada 2018 dengan mencapai babak delapan besar pada turnamen tahun ini di Qatar setelah lolos dari grup mereka di depan Belgia dan kemudian menyingkirkan Jepang melalui adu penalti di babak 16 besar.

Dari perjananan ini, muncul bintang muda yang punya posisi sebagai bek sayap, yang masih berusia 20 tahun yakni Josko Gvardiol.

“Ini adalah tim nasional baru. Kami memiliki 18 pemain baru yang tidak ada di sini empat tahun lalu,” kata Dalic tentang skuadnya menjelang pertarungan melawan Brasil di Doha.

“Pada 2018 kami memiliki tim nasional yang telah bermain bersama selama 10 tahun. Mereka bermain di liga terbaik dan untuk klub terbaik.”

Kroasia, negara berpenduduk hanya empat juta orang, kini telah mencapai setidaknya tiga kali perempat final dalam enam penampilan di Piala Dunia.

5 dari 5 halaman

Sadar Diri

Namun, mengalahkan Brasil mungkin merupakan langkah yang terlalu jauh bagi tim yang dipimpin oleh Modric yang berusia 37 tahun, yang mengalami masa perpanjangan waktu yang menguras tenaga dan kemudian adu penalti oleh Jepang.

“Saya setuju bahwa kami melakukan hal yang hebat dengan mencapai perempat final tetapi terlepas dari itu kami ingin melakukan lebih banyak lagi,” kata Modric, yang akan menghadapi rekan setimnya di Real Madrid Vinicius Junior, Rodrygo dan Eder Militao dalam pertandingan tersebut.

“Kami tahu bahwa pertandingan terbesar ada di depan kami. Brasil selalu favorit. Kita harus menjadi diri kita sendiri.

“Saya percaya bahwa hal-hal besar itu mungkin, tetapi satu-satunya prasyarat adalah kami memberikan yang terbaik,” tegas Modric.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS