Jelang Pemilihan Ketua KONI Jabar, Nama Balon M Budiana Ramai Jadi Sorotan

Menurut Arif Hardiana, salah seorang pegiat/praktisi di cabang olahraga karate, M. Budiana adalah sosok yang humble namun tegas

Diterbitkan 06 Desember 2022, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kelebihan

Kelebihan lain dari sosok seorang M. Budiana, lanjut Arif, yakni latar belakangnya sebagai seorang akademisi. M. Budiana yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpas diyakini mampu menciptakan inovasi-inovasi maupun kolaborasi secara ilmiah keilmuan.

"Saat ini, pembinaan dalam olahraga prestasi membutuhkan sentuhan keilmuan atau sport science. Tidak hanya cukup dengan program latihan. Saya yakin Pak Budiana mampu menghadirkan itu karena latar belakangnya dari akademisi dan dipastikan akan berkolaborasi dengan pihak terkait yang ahli dalam hal sport science," dia menambahkan.

Selain itu, kata Arif, sejarah membuktikan jika sosok ketua dengan latar belakang diluar birokrasi mampu membuktikan hadirnya prestasi di level nasional. Dalam tiga periode kepemimpinan di KONI Jabar, ketua umum dengan latar belakang non-birokrat berhasil melahirkan pondasi pembinaan olahraga prestasi di Jabar yang terus meningkat dan menjadi barometer pembinaan olahraga di Indonesia.

"Pengelolaan organisasi di keolahragaan dengan birokrasi itu berbeda. Kolaborasi dengan pihak birokrasi seperti pemerintah dan legislatif memang perlu, tapi tidak secara otomatis juga di sisi kepemimpinan harus dipegang oleh mantan birokrat. Bahkan di level kecaboran, banyak yang dipegang birokrat tapi dari sisi organisasi atau prestasi tidak menunjukkan hal yang baik. Mau diakui atau tidak, tapi itulah fakta yang terjadi. Sejarah telah membuktikannya," Arif menegaskan.

Integritas Tinggi

Pendapat lain diungkapkan pegiat/praktisi cabang olahraga bola voli, Agus Djuamaedi. Pengurus Pengprov PBVSI Jabar sekaligus Ketua Klub PBV Pasundan ini menyebut jika M. Budiana sebagai figur yang memiliki integritas tinggi serta capable untum melanjutkan kepemimpinan Ahmad Saefudin di KONI Jabar empat tahun kedepan.

"Pak Budiana pun sudab terbukti dari sisi pengelolaan maupun manajemen organisasi keolahragaan, apalagi saat ini menjabat sebagai Ketua Harian KONI Jabar. Beliau sosok yang tepat untuk menjadi Ketua Umum KONI Jabat kedepan," kata eks atlet bola voli Jabar dan nasional yang akrab disapa Boy ini.

Keberlanjutan kepemimpinan KONI Jabar dari Ahmad Saefudin kepada M. Budiana, dinilainya akan memberikan banyak keuntungan. Pasalnya, target Jabar untuk mencetak hattrick juara umum PON di Sumut dan Aceh pada tahun 2024 mendatang bukan tugas yang mudah terlebih dengan kehilangan 30 persen potensi medali emas dari atlet-atlet Jabar yang 'pensiun' untuk 2024 mendatang.

"Jika ada perombakan besar-besaran dengan tidak berjalannya keberlanjutan kepemimpiman, ini akan menambah kesulitan bagi Jabar mewujudkan target hattrick juara umum PON. Kebijakan dan landasan pembinaan yang sudah diprogramkan akan sulit berjalan jika kepemimpinan KONI Jabar ini dipegang orang-orang yang baru karena dipastikan akan ada kebijakan lain sementara waktu sudan sangat mepet karena tahun 2023 dihadapkan pada babak kualifikasi," dia menjelaskan.

Lanjutkan Prestasi

Sementara mantan atlet tinju Jabar, Dadan Amanda berharap, ketua umum KONI Jabar kedepan bisa melanjutkan prestasi yang sudah diraih sebelumnya. Yakni dengan mencetak hattrick juara umum di PON XXI tahun 2024 mendatang di Sumut dan Aceh.

"Siapapun nanti yang jadi Ketua Umum KONI Jabar, yabg terpenting adalah mampu mempertahankan juara umum PON. Intinya, bisa membawa pembinaan olahraga prestasi di Jabar ini lebih baik dan lebih baik," kata peraih 3 medali emas berturut-turut di ajang PON ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
AY Yustiawan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan