Goetzlich Telah Kembali, Siap Kejutkan Lawan-lawan Jerman di Piala Dunia 2022

Mario Goetze pernah menjadi pujaan Jerman, lalu performanya merosot dan bangkit bersama Frankfurt, dan kembali ke timnas Jerman

Diterbitkan 12 November 2022, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Seperti Messi juga, Mario Goetze melakoni debut internasionalnya di usia 18, tepatnya pada 17 November 2010 dalam pertandingan menghadapi Swedia. Ia pun menjadi pemain termuda yang pernah memperkuat timnas senior negaranya, setelah Uwe Seeler di tahun 1954, juga dalam usia 18 tahun.

Di keluarga Gotze , bukan hanya ia yang menekuni dunia sepakbola. Sang kakak, Fabian juga merupakan pemain sepakbola yang tergabung dalam klub SpVgg Unterhaching. Begitu pula dengan adiknya, Felix, yang bermain untuk akademi Dortmund U-15.

Sudah bersekolah di Akademi Borrusia Dortmund sejak umur 8 tahun, Goetze yang dilahirkan di Memmingen pada 3 Juni 1992  memulai debutnya di Bundesliga pada November 2009 menjalani debutnya pada 21 November 2009 melawan Mainz 05 dalam laga yang berakhir imbang 0-0.

Di musim 2010, pelatih Juergen Klopp menaikkan Goetze ke tim pertama gara-gara Shinji Kagawa cedera berat.

Goetze "tiba-tiba" menebar pesonanya dengan luar biasa. Ia bermain 33 kali, mencetak enam gol dan 15 assist, dan itu menjadikannya pemain 18 tahun terbaik dalam sejarah Bundesliga, sejak data akurasi gol dan assist diperhitungkan sejak musim 2004/2005.

"Kami memanggil dia 'Goetzinho',” ungkap gelandang Dortmund Sven Bender. "Dia menaikkan standar kualitas yang berada di sekitar dia. Dia mengontrol bola, seakan-akan ada magnet di kakinya."

Kecemerlangan Goetze itu membuat pelatih timnas Jerman Joachim Loew memutuskannya menjadi starter dalam laga ujicoba melawan Brasil di Stuttgart, 11 Agustus 2011. Ia menjadi pemain termuda Jerman yang membela timnas setelah Uwe Seeler.

Dan Goetze memperlihatkan bakat luar biasanya itu di depan sepasukan Brasil. Ia memimpin permainan Der Panzer, mencetak satu gol, plus memberi assist untuk gol ketiga yang dibuat Andre Schuerrle, dan timnya menang 3-2.

Goetzlich

Gol pertamanya itu menjadikannya sejajar dengan Klaus Stürmer sebagai pemain termuda yang mencetak gol internasional di era setelah perang.

"Mario Goetze punya visi yang luar biasa di lapangan, dan membaca permainan dengan sangat baik," analisis Loew seusai pertandingan, dikutip AFP.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Harian olahraga terbesar di Jerman, Bild bahkan lebih dulu memberi pujian luar biasa ketika Goetze tampil luar biasa saat membawa Dortmund mengalahkan Hamburg 3-1 di pertandingan pembuka liga musim ini pekan lalu. 'Goetzlich!', begitu Bild menuliskan headline-nya, menganggap Goetze "pemberian dari Tuhan". Gelar mayor pertamanya ia raih saat berperan penting dalam mengantarkan Dortmund meraih gelar Bundesliga 2010-2011. Gotze mengalami cedera pinggang pada Januari 2012 karena terjadi peradangan pada tulang rawan pinggangnya karena stres. Namun Goetze harus meninggalkan Dortmund. Bayer Muenchen menawar dan mengaktifkan klausul pelepasan dari Gotze seharga 37 juta Euro atas kemauan pelatih baru Muenchen, Pep Guardiola. Kala itu Gotze menjadi pemain termahal Jerman sebelum akhirnya dipecahkan oleh transfer Mesut Ozil ke Arsenal. Bersama Munchen, Gotze menjalani debutnya pada 11 Agustus 2013 di laga persahabatan melawan juara Hungaria, Gyori ETO. Pada musim 2013-2014, tepatnya pada 23 November 2013, Götze bermain dan mencetak gol pertama saat melawan mantan klubnya, Borussia Dortmund.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan