Nobar di Bar dan Hotel Selama Piala Dunia 2022 Qatar Bakal Sepi, Ini Penyebabnya

Para penggemar sepakbola yang jauh-jauh datang ke Qatar bakalan kecewa karena tidak bisa nonton bareng di bar dan restauran karena besarnya charge dari BeIN

Diterbitkan 05 Oktober 2022, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Nonton bareng alias Nobar Piala Dunia 2022 di hotel atau bar di Qatar bakalan sepi. Para penggemar sepakbola yang datang jauh-jauh dan mengeluarkan banyak uang bakalan kecewa karena tidak bisa menikmati nobar. Padahal pasti seru nobar di bar dan restoran bersama fans sepakbola dari berbagai negara.

Seperti dilansir dari Daily Mail, pihak bar dan restoran memastikan tidak bisa menyajikan siaran langsung gelaran Piala Dunia 2022. Termasuk juga untuk di kamar hotel, apartemen dan vila.

Penyebabnya tak lain mahalnya harga dari BeIN sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2022.  

BeIN mematok charge sebesar mahal, yaitu 100 ribu rial atau 24 ribu poundsterling (Rp 408 juta bagi bar dan restoran yang ingin menayangkan pertandingan Piala Dunia 2022 untuk para tamunya. Besarnya charge ini tentu dinilai memberatkan.

Ashley Brown dari tim 'Free Lions' Asosiasi Pendukung Sepakbola (FSA), yang bekerja untuk membantu para penggemar yang ingin pergi ke turnamen, mengatakan hal itu bisa menambah rasa frustrasi para fans setia yang datang ke Qatar.

'Penggemar sekarang menghadapi kemungkinan menyewa vila, apartemen, kamar hotel, dan akomodasi lain dimana mereka tidak dapat menonton pertandingan,” tambahnya.

Meskipun Piala Dunia 2022 tinggal dalam hitungan minggu tetap tak menyurutkan banyak penggemar untuk datang ke Qatar. Namun mereka harus menghadapi kenyataan sulit dan mahalnya akomodasi serta penginapan.

Hal itu sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Meski Komite Tertinggi untuk Pengiriman dan Warisan Qatar menyatakan akan menyiapkan hingga 130.000 kamar saat turnamen berlangsung, tetap saja tarif akomodasi yang tersedia sangatlah tinggi.

Mahal

Para pengelola turnamen juga menyediakan akomodasi tambahan, seperti menawarkan konsep berbagi kamar di apartemen-apartemen kosong, vila, hingga tenda-tenda tradisional di gurun dan kampung-kampung para pendukung tim Piala Dunia.

Seperti dikatakan oleh salah satu pendukung tim nasional Amerika Serikat, Anas Fiali yang menyebut dirinya turis dengan anggaran terbatas, tak ada pilihan akomodasi dengan harga terjangkau.

Berbicara kepada BBC, ia menyebut kabin-kabin yang direfabrikasi di desa-desa dan dibangun di gurun di pinggiran Doha saja, misalnya, dibanderol sekitar 207 dollar AS atau sekitar Rp 3,1 juta per malam.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Harga segitu jelas mahal sekali. Kamar-kamar Airbnb juga sangat mahal. Saya berharap bisa menemukan pilihan yang lebih murah ketika tiba di sana," ungkapnya. Penduduk setempat juga diizinkan untuk menjamu para pendukung tim sepak bola itu di rumah mereka. Namun, tarifnya juga tak murah. Alternatif penginapan lainnya, seperti dilansir dari hoteliermiddleeast.com, Senin (3/10/2022) hotel seperti Le Park Hotel di Doha Barat, Crowne Plaza di Doha Taman Bisnis, Warwick Doha dan JW Marriott Marquis City Center sekarang memiliki kamar yang tersedia.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan