Piala Dunia 1994 Membuat Sepak Bola Amerika Serikat Berkembang Pesat

Cibiran akan kemampuan Amerika Serikat yang ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 1994 wajar saja. Mereka lama absen dan tak punya tradisi sepakbola. Amerika mampu menepis semua itu, dan membuat sepakbola jadi olahraga terpopuluer ke-4 saat ini.

Diterbitkan 17 Agustus 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

FIFA pun menyadari akan cibiran negara-negara lainnya. Maka Amerika mendapat satu syarat khusus jika memang serius menjadi tuan rumah. Syarat itu adalah Amerika harus mempunya liga sepakbola professional. Maka dibentuklah Major League Soccer (MLS) pada 1993, yang kompetisi perdananya dimulai pada 1996.

Di tengah pesimisme akan kemampuan menjadi tuan rumah Piala Dunia, Amerika bersiap diri.

Sering Lupa

Orang sering lupa, sepakbola memang belum digemari, tapi perkara kemampuan mengemas dan memasarkan sesuatu Amerika adalah jagonya.

Dunia pun lalu menyaksikan bagaimana Piala Dunia 1994 mencatat rekor sebagai turnamen dengan penonton terbanyak dalam sejarah. Rata-rata penontonnya 68.991 per laga, dengan total 3.587.538 penonton sepanjang turnamen.

Piala Dunia 1994 sendiri hanya diikuti 24 tim, dengan total 52 laga yang dimainkan. Sekarang ini ada 32 tim peserta dengan total 64 pertandingan.

Sebagai perbandingan, Piala Dunia 1998 Prancis punya total penonton 2.785.100 penonton, Jepang-Korea Selatan 2002 dengan 2.705.197 penonton, Jerman 2006 dengan 3.359.439 penonton, dan Afrika Selatan 2010 dengan 3.178.852 penonton.

Bagaimana perubahan yang terjadi di Amerika setelah usai digelarnya Piala Dunia 1994 itu?

Terjadi peningkatan pertumbuhan di kalangan anak muda bermain sepakbola. Pada 1974 hanya 103.432 yang tercatat memainkan sepkbola. Jumlah tersbeut semakin berlipat pada 2010 yang mencapai 3 juta orang.

Langkah MLS

Makin meningkatnya minat anak muda bermain sepakbola tak lepas dari langkah strategis MLS untuk membuat kompetisi lebih semarak.

Kedatangan bintang Manchester United, David Beckham pada 2007, dikontrak oleh LA Galaxy pada Januari 2007 bisa dikatakan merupakan salah satu factor penting dalam perkembangan MLS.

Gaji Beckham jelas tidak kecil. Ia dikontrak selama lima tahun, dengan bayaran 6,5 juta dolar per tahunnya. Di luar gaji pokok tersebut, masih terdapat beberapa kesepakatan lain yang harus dibayarkan LA Galaxy kepada Beckham.

Meski harus membayar mahal, LA Galaxy dinilai tak mengalami kerugian. Kepopuleran tim jauh meningkat pasca kedatangan David Beckham.

Tercatat setelah Beckham tiba, penjualan kostum seluruh kesebelasan MLS meningkat hingga 700%. Tidak hanya itu, pada bulan pertama kedatangan Beckham, jumlah orang yang mengunjungi situs MLS pun meningkat hingga 117%.

Efek Beckham itu membuat para pemain ternama Thierry Henry, Kaka, David Villa hingga  Zlatan Ibramovic tergiur untuk berkarier di MLS.

Saat Ini

Data pada 2020 menunjukkan MLS mencatatkan kenaikan jumlah penonton pada Juli 2020. Hal itu menunjukkan adanya kenaikan jumlah penonton yang mencapai 7% ketimbang Juli 2019.

Menurut media massa Philadelphia Inquirer, rata-rata jumlah penonton pada laga utama mencapai 289.000 atau mengalami kenaikan empat persen dibandingkan setahun silam secata keseluruhan.

Bagaimana perkembangan sepakbola di Amerika Serikat saat ini?

Sepakbola sudah menjadi olahraga terpopuler keempat di Amerika Serikat, menggeser hoki es. Hal ini mungkin cukup mengejutkan bagi berbagai pihak.

Terlebih MLS yang jadi liga sepak bola profesional di Amerika Serikat "baru" memainkan kompetisi  pada 1996.

Memang di awal dari pembentukan MLS, ada beberapa klub yang mengalami gulung tikar. Mereka kerap terganjal masalah finansial. Wajar saja karena memang pada saat itu penonton masih tergolong sangat minim.

Namun perlahan, sepakbola mulai tumbuh dan berkembang di Amerika. Sudah dua dekade berlalu, MLS sudah sangat menguntungkan, karena masing-masing kesebelasan dimiliki dan dikendalikan oleh investor liga. Tidak ada lagi masalah keuangan maupun operasional.

Namun berbagai gebrakan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mulai berbuah hasil. Sepak bola kini digemari oleh tujuh persen penduduk Amerika Serikat.

Jumlah itu diprediksi bakal terus bertumbuh  dan mencapai puncaknya saat Amerika Serikat jadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 (dua negara lainnya adalah Kanada dan Meksiko).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan