Indonesia Berjibaku Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030 atau 2034?

Indonesia dikabarkan siap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 ataupun 2034. Indonesia tidak sendirian untuk menjalankan mimpi menjadi tuan rumah karena menggandeng negara lain untuk menjadi partner nantinya.

Diperbarui 28 Juli 2022, 18:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ide ASEAN menjadi tuan rumah Piala Dunia muncul setelah trofi Piala Dunia tiba di Kamboja untuk pertama kalinya.

Hun Sen yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN 2022 mengajak sejumlah negara di Asia Tenggara untuk bergandengan tangan mewujudkan rencana ini agar menjadi kenyataan. Hun Sen mengklaim ide ini telah didukung oleh beberapa pemimpin negara untuk direalisasikan.

"Sebagai Ketua ASEAN 2022, saya ingin melihat ASEAN memiliki visi dan rencana untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia sepakbola pada 2034 atau 2038. Saya akan melihat kelayakan dan ingin sponsor hadir. Para pemimpin ASEAN mendukung inisiatif ini dan mengimplementasikannya," kata Hun Sen, dilansir The Thao.

"Saya ingin mengirim pesan ini bersama dengan jersey saya – yang saya terima dari Presiden FIFA ketika kami menandatangani perjanjian antara ASEAN dan FIFA di Bangkok pada 2019. Melalui Christian Karembeu, ASEAN ingin mempostingnya, tuan rumah Piala Dunia dan saya akan mempromosikan inisiatif ini dengan serius," ujar Hun Sen menambahkan.

Indonesia Sudah Terlebih Dahulu Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Jelang bergulirnya Piala Dunia U-20, tuan rumah Indonesia terus melakukan beberapa persiapan. Salah satunya mengenai protokol kesehatan yang bakal diterapkan dalam ajang tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan protokol kesehatan yang diterapkan selama Piala Dunia U-20 2021 disesuaikan dengan keadaan yang ada. Apabila pandemi belum mereda, maka protokol yang dijalankan bakal bersifat ketat.

 “Kita sudah memiliki panduan protokol kesehatan yang disiapkan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Apabila tahun depan pandemi belum mereda, kita akan terapkan protokol kesehatan ketat,” ujarnya dalam diskusi bersama platform Baca Berita (BaBe) melalui teleconference Zoom, Selasa (27/10/2020).

Lebih lanjut, Menpora mengaku Piala Dunia U-20 2021 bakal diselenggarakan di akhir bulan Mei 2021. Ia berharap ajang tersebut bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa.

“Ajang bergengsi itu bisa kita manfaatkan untuk memperkenalkan Indonesia kepada khalayak yang lebih luas, serta menunjukkan bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan Piala Dunia U-20,” tambahnya.

Angin Segar Bagi Persepakbolaan Indonesia

Kabar ini jelas menjadi angin segar bagi Indonesia yang memiliki mimpi untuk tampil di Piala Dunia. Ya, sejak tampil pertama kali di Piala Dunia 1938 dengan nama Hindia Belanda, ajang empat tahunan ini menjadi mimpi terbesar para pecinta sepak bola Tanah Air.

Lolos melalui jalur kualifikasi masih teramat berat untuk para pemain Tanah Air. Buktinya saja, di kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Indonesia langsung terhenti di babak pertama. 

Timnas Indonesia mengakhiri perjalannya di kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan hasil memalukan. Skuad Garuda hanya mampu mendulang satu poin dari delapan penampilan dan terbenam di dasar klasemen Grup G. Indonesia kalah bersaing dengan Malaysia Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.

Oleh karenanya, menjadi tuan rumah adalah cara yang instan untuk Indonesia tampil di ajang ini. Hanya saja, yang menjadi masalahnya apakah Indonesia siap dalam arti kata insfrastruktur dan pemain.

Jangan sampai nantinya malah menjadi bulan-bulanan tim-tim raksasa seperti Brasil, Jerman, dan Argentina.

2026, Peserta Piala Dunia Terbanyak

Piala Dunia 2026 akan kembali menjadi sejarah. Sebab, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Ini jadi pertama kali dalam sejarah, Piala Dunia digelar di tiga negara.

Selain itu, peserta Piala Dunia 2026 akan bertambah menjadi 48 tim bertambah dari sebelumnya 32 peserta. 

Ditunjuknya tiga negara sebagai tuan rumah merupakan sejarah baru. Sebelum ini, Piala Dunia dengan jumlah tuan rumah maksimal hanya dua negara, yakni pada Piala Dunia 2002.

Dalam pemungutan suara, AS-Meksiko-Kanada memperoleh 134 suara, sedangkan Maroko 65 suara. Piala Dunia di Amerika Utara itu juga diproyeksikan meraup lima miliar dolar dari aktivitas ekonomi jangka pendek, termasuk menciptaan 40.000 pekerjaan dan lebih dari 1 miliar dolar penghasilan tambahan untuk kota-kota dan negara tuan rumah.

Lebih dari 5,8 juta tiket akan terjual dan menghasilkan sekitar 2 miliar dolar AS. 

Amerika Serikat untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah Piala Dunia setelah yang pertama pada tahun 1994. Sementara itu, Meksiko membuat rekor dengan menjadi tuan rumah untuk ketiga kalinya setelah tahun 1970 dan 1986. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Jefry Hutabarat, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan