Sukses

Carlo Ancelotti: Real Madrid Siap Tempur Lawan Liverpool di Final Liga Champions

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid bakal berusaha memenangkan trofi Liga Champions ke-14 mereka saat menghadapi Liverpool pada laga final di Stadion Stade de France, Prancis, Minggu (29/5/2022) pukul 02:00 WIB. Sementara The Reds ingin mengangkat trofi bergengsi tersebut untuk kali ketujuh dalam sejarah klub.

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti menyatakan punya skuad penus untuk meladeni The Reds. Sebelumnya, Los Blancos punya masalah cedera baru-baru ini untuk Gareth Bale dan David Alaba.

"Saya ingat kami memiliki beberapa masalah cedera pada 2014 dan masih menang, jadi bagus untuk tak punya masalah cedera kali ini," kata Carlo Ancelotti dalam konferensi pers seperti dikutip Sportsmole.

"Jika para pemain Liverpool yang memiliki masalah cedera akhirnya bermain, itu berarti mereka tidak cedera. Karena, Anda tidak bisa memainkan permainan ini jika Anda cedera."

Alaba, baru-baru ini, cedera adduktor. Bek asal Austria itu telah menjadi pemain vital bagi Real Madrid selama musim 2021-22 setelah membuat 45 penampilan di semua kompetisi dan mencetak tiga gol serta empat assist.

Bale juga sudah pulih dari masalah punggung yang memaksanya absen di akhir musim Liga Spanyol. Sehingga pemain timnas Wales itu dapat berperan dalam penampilan terakhirnya untuk klub.

Eden Hazard juga telah pulih dari operasi kaki dalam beberapa pekan terakhir dan kembali bermain saat Real Madrid ditahan imbang 1-1 Cadiz pada pertengahan Mei. Pemain asal Belgia itu berharap ada peran untuknya dari bangku cadangan di laga nanti.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Final Liga Champions 2005

Carlo Ancelotti juga ditanya tentang rekornya di final Liga Champions. Ahli taktik asal Italia itu mengatakan dia masih memikirkan kekalahan AC Milan dari Liverpool pada 2005 silam.

Ancelotti memenangkan trofi Liga Champions bersama AC Milan pada 2003 dan 2007, selain mengangkat trofi bersama Real Madrid tujuh tahun kemudian. Kini, dia berusaha menjadi pelatih pertama yang memenangkan kompetisi ini sebanyak empat kali.

"Saya ingat semua final sebelumnya dan sulit untuk percaya bahwa di mana kami bermain terbaik, melawan Liverpool pada 2005, adalah satu-satunya kekalahan saya," ucap Ancelotti.

"Saya jelas tidak akan menyuruh para pemain bermain buruk untuk mendapatkan peluang menang yang lebih baik. Tapi, itu menunjukkan Anda apa pun bisa terjadi. Dengan bermain bagus, Anda memiliki peluang menang yang lebih baik, tetapi Anda tidak bisa mengendalikan segalanya dalam sepak bola," ujarnya.

Ancelotti juga mengklaim ada 'lebih sedikit kegelisahan' di kamp pada 2014, ketika Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid 4-1 di final di Lisbon. "Saya pikir motivasinya sama dengan 2014, tapi ada sedikit kegelisahan," tuturnya.

"Para pemain ini mengelola pertandingan semacam itu dengan sangat baik dan saya pikir para pemain veteran dapat membantu para pemain muda. Kami menjalani musim yang sangat sangat bagus dan kami merasa tenang."

 

3 dari 3 halaman

Gelar kedua

Real Madrid memenangkan trofi Liga Champions pada 2014, 2016, 2017, dan 2018 selama periode dominan. Los Blancos harus mengalahkan Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Manchester City untuk mengamankan tempat mereka di final.

Los Blancos berusaha untuk memenangkan gelar juara kedua musim ini setelah mengamankan trofi Liga Spanyol ke-35 mereka pada akhir April lalu. Dan memungkinkan Ancelotti merotasi skuadnya dalam beberapa pekan terakhir.