Sukses

Pelatih River Plate akan Gantikan Mauricio Pochettino di PSG?

Liputan6.com, Jakarta Paris Saint-Germain dilaporkan telah mengincar beberapa nama sebagai pelatih mereka di musim depan. Les Parisiens akan melakukan perubahan besar-besaran, setelah Mauricio Pochettino dianggap gagal membawa kesuksesan untuk PSG di musim ini.

Dilansir L'Equipe, jajaran petinggi klub telah mempertimbangkan tiga nama yang menjadi pilihan untuk mengambil alih kursi pelatih di musim selanjutnya. Siapa saja? Berikut daftarnya!

2 dari 4 halaman

1. Marcelo Gallardo

Mantan pemain AS Monaco (1999-2003) dan Paris Saint-Germain (2007-2008) ini berhasil mengoleksi 9 trofi bersama River Plate. Dua di antaranya gelar yang cukup bergengsi yakni memenangkan trofi Copa Libertadores (2015, 2018).

Pelatih yang sempat menjadi murid Marcelo Bielsa ini menjunjung tinggi gaya permainan menyerang dan menekan dengan garis pertahanan tinggi. Ia juga sempat masuk dalam bursa pelatih baru untuk menggantikan Ronald Koeman di Barcelona.

3 dari 4 halaman

2. Joachim Loew

PSG juga menjajaki kemungkinan untuk mendapuk Joachim Loew sebagai pelatih anyar mereka di musim depan. Pelatih asal Jerman tersebut kini berstatus tanpa tim setelah memutuskan mundur dari Timnas Jerman pasca Euro 2020.

Selama 15 tahun bertugas, Joachim Loew berhasil membawa Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. Ia juga mengantarkan timnya menjadi runner up Piala Eropa 2008 dan menjuarai Piala Konfederasi 2017.

4 dari 4 halaman

3. Thiago Motta

Petinggi PSG juga dikabarkan tertarik untuk menjadikan Thiago Motta sebagai pelatih mereka menggantikan Mauricio Pochettino. Mantan pemain PSG tersebut kini tengah melatih klub asal Italia, Spezia. Bersama Spezia, ia berhasil membukukan 10 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 22 kekalahan. Hasil tersebut membawa Spezia duduk di posisi 16 klasemen sementara.

Pria 39 tahun tersebut pernah melatih tim U-19 Paris Saint Germain. Motta juga sempat melatih Genoa untuk menggantikan Aurelio Andreazzoli pada 2019 silam. Ia sempat menjelaskan soal formasi unik dalam menyerang 2-7-2 rancangannya serta keterlibatan aktif penjaga gawang dalam permainan.

Paris Saint-Germain saat ini sangat membutuhkan reformasi dalam tim untuk mencapai kesuksesan di Eropa. Musim panas yang lalu, mereka sudah berhasil merekrut Lionel Messi, Donarumma, dan Sergio Ramos. Namun, PSG tidak dapat melaju jauh di Liga Champions setelah tersingkir dari Real Madrid di babak 16 besar.

 

(*)