Michelin Tanggapi Keluhan Repsol Honda Terkait Pasokan Ban Lawas di MotoGP Mandalika 2022

Petinggi Michelin tanggapi keluhan Respol Honda soal pasokan ban lawas di MotoGP Mandalika 2022.

Diperbarui 23 Maret 2022, 12:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pria asal Italia itu menambahkan, pihaknya belajar dari pengalaman pada sesi pramusim sebelumnya. Temperatur aspal yang cukup tinggi menurutnya sangat menyiksa ban yang biasa digunakan.

"Ban bawaan mustahil menyelesaikan balapan karena suhunya tinggi dan tidak akan bertahan 27 lap. Ini sirkuit yang berat untuk ban depan dan belakang karena gabungan antara kecepatan tinggi, aspal baru, dan suhu aspal yang tinggi, mendekati bahkan lebih dari 60 derajat," beber Taramasso.

Bukan Barang Baru

Berdasarkan hipotesa itu, Michelin beranggapan kalau pergantian kompon atau karet ban bukanlah solusi. Karena itu, mereka kemudian mengubah konstruksi keseluruhan ban yang akan digunakan. 

"Pilihan  paling mungkin adalah mengganti pola carcass, karena mengganti kompon saja tidak cukup untuk menurunkan suhu ban hingga 15-20 derajat. Jadi kami meluncurkan tipe carcass (selubung) untuk temperatur tinggi dan memastikan kompon yang sama dipakai saat tes," kata Taramasso.

"Ban sepeti ini sudah digunakan pada tahun 2017 lalu dan 2018 juga, jadi tim sudah familiar."  

Meski demikian, Taramasso tidak membantah bahwa butuh penyesuaian terhadap pasokan baru tersebut. Sebab meski kompon yang digunakan tidak berbeda dengan tes, perubahan yang dilakukan menyebabkan daya cengkram ban berkurang saat balapan. 

"Masuk akal kalau ini adalah ban yang berbeda dari yang kami bawa saat tes, karena menawarkan cengkraman yang lebih sedikit, tapi punya stabilitas lebih baik. Pada akhirnya performanya sama seperti Februari lalu, karena waktu pole Fabrio Quartararo sama dengan tes hari ketiga," katanya.

 

Jawab Kritik Honda

Taramasso juga tidak segan menjawab kritik yang dilancarkan Repsol Honda. Menurutnya, perubahan yang terjadi pada ban seharusnya disikapi dengan memberi setingan baru pada sepeda motor. 

"Logikanya, ketika karakteristik berubah, untuk mencapai performa yang sama Anda harus bekerja pada motor, pada suspensi, pada elektronik dan menyesuaikan gaya berkendara. Bukan hanya ban, ada banyak elemen yang menghasilkan performa bagus," beber Taramasso menambahkan. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan