Mengenal Qasim Matar Ali Al Hatmi dan Keputusannya Sebagai Wasit di Semifinal Piala AFF 2020

Keputusan wasit asal Oman, Qasim Matar Ali Al Hatmi, dalam laga semifinal leg kedua antara Indonesia vs Singapura nampaknya cukup kontroversial. Ia diketahui mengeluarkan tiga kartu merah bagi skuad tuan rumah

Diperbarui 26 Desember 2021, 10:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Dalam situasi ini, Irfan Jaya nampaknya sudah terjerumus ke dalam posisi offside. Ketika bek Singapura itu menggelepar dalam clearance-nya, pemain nomor 25 Indonesia juga telah memblokir langkah tersebut. Ini merupakan fase di mana wasit garis tidak memiliki sudut pandang yang baik,” sambung Soha.vn.

Respons Pelatih

Pelatih Timnas Singapura Tatsuma Yoshida nampaknya enggan memberi komentar lebih lanjut terkait keputusan wasit Qasim Matar Ali Al Hatmi dalam laga semifinal leg kedua Piala AFF 2020 kontra Indonesia.

“Wasit hanyalah wasit. Jika mereka menyebut pelanggaran, ya (berarti) pelanggaran. Jika mereka mengatakan kartu merah, ya (berarti) kartu merah.” “Kami harus menerimanya. Saya mengatakan kepada para pemain untuk tidak memprotes (keputusan wasit),” ujar Yoshida dalam konferensi pers virtual pasca pertandingan pada Sabtu (25/12/2021) malam WIB.

“Kita harus menciptakan pertandingan yang bagus bersama wasit. Saya dan para pemain (Timnas Singapura) telah berjuang dalam laga, jadi terkadang saya mengajukan komplain pada keputusan wasit. Meskipun itu sulit, kami mencoba menerimanya,” sambung sang pelatih.

Di sisi lain, juru taktik Timnas Indonesia Shin Tae-yong justru memuji performa wasit dalam laga tersebut. Ia menyebut Al Hatmi telah melihat pertandingan dengan baik, sehingga mampu memberi ganjaran kartu merah dan kartu kuning bagi sejumlah pemain.

“Mungkin untuk hari ini, betul ada untungnya bagi kami, karena wasit hari ini melihat (pertandingan) dengan baik, sampai memberikan kartu kuning dan merah kepada lawan,” kata Shin Tae-yong usai laga.

Penggunaan VAR

Keputusan “kontroversial” wasit bukan hal baru di Piala AFF 2020. Skuad Garuda sebelumnya pernah dibuat kecewa oleh keputusan Kim Hee-gon di semifinal leg pertama. Ricky Kambuaya yang kala itu dijatuhkan di kotak penalti, hanya diberi hadiah tendangan bebas oleh wasit.

Berbagai spekulasi terkait penilaian wasit sejatinya tidak akan terjadi jika teknologi video assistant referee (VAR) hadir di turnamen tersebut. Selain membantu, VAR juga bisa menjadi validasi atas keputusan yang dikeluarkan wasit selama pertandingan.

Menyusul banyaknya kritik atas penilaian wasit, Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) pun menyatakan pihaknya bakal menggunakan VAR di Piala AFF edisi 2022.

Penulis: Melinda Indrasari

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan