Bola Ganjil: Episode Klimaks Periode Emas Real Madrid di Eropa

Simak peristiwa final Piala Champions 1960 yang dipercaya banyak orang sebagai final terbaik Piala Champions, cikal Liga Champions.

Diterbitkan 25 September 2020, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sampai akhirnya Die Adler akhirnya memimpin melalui Kress di menit ke-18. Kans Eintracht Frankfurt menjadi tim pertama yang menghentikan Los Blancos di Eropa semakin terbuka.

Namun, dua gol Alfredo Di Stefano dalam lima menit membuat Real Madrid kembali di atas angin. Eintracht Frankfurt kemudian coba menyamakan kedudukan sebelum jeda mengandalkan umpan panjang. Para pemain belakang pun makin sering membantu serangan.

Pendekatan ini terbukti mengawali keruntuhan mereka. Pada injury time babak pertama, Puskas lolos dari pemain belakang lawan untuk mengejar bola yang dibuang rekan. Dia melepas tendangan kaki kiri yang memperbesar keunggulan Real Madrid.

Puskas mencetak gol kedua lewat penalti setelah dilanggar kapten Eintracht Frankfurt Hans Weilbacher di area terlarang. Selanjutnya dia melengkapi hattrick melalui tandukan, suatu metode yang jarang dilakukannya. Proses gol ini hanya 10 detik menyusul serangan balik Real Madrid usai menghadapi sepak pojok Eintracht Frankfurt.

Tidak berhenti sampai di situ, pemain asal Hungaria itu membuat gol keempat, dianggap terbaik di laga ini, mengandalkan naluri dan teknik tinggi.

Gol tersebut mengawali momen unik di pertandingan. Tercipta empat gol dalam lima menit. Real Madrid mendapat satu angka lagi berkat Di Stefano yang mengggenapi hattrick. Sementara Stein menyumbang dua gol untuk Eintracht Frankfurt.

Tidak ada waktu bagi Eintracht Frankfurt mengejar 4-5 gol untuk melakukan comeback. Real Madrid memenangkan gelar kelima, atau pertama bagi Miguel Munoz sebagai pelatih. Munoz sebelumnya tiga kali memenangkan Piala Champions menjadi kapten Los Blancos.

Penonton menunjukkan apresiasi jauh setelah peluit terakhir dengan bertepuk tangan saat skuat Real Madrid melakukan parade keliling lapangan.

 

Akhir Sebuah Era

Jumlah suporter di Hampden Park hingga kini masih menjadi rekor terbanyak di final Piala/Liga Champions. Edisi 1960 merupakan episode terakhir kejayaan Real Madrid di Eropa. Mereka tersisih di babak 16 besar pada musim berikutnya dari Barcelona.

Puskas dan Di Stefano semakin menua dan pengaruhnya berkurang. Meski begitu, pemain-pemain bintang lain bergantian hadir demi mempertahankan kehormatan Real Madrid.

Meski sempat paceklik gelar selama tiga dekade lebih, Los Blancos total memenangkan delapan gelar lagi usai periode dominasi pertama untuk mengemban status tim tersukses kompetisi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan