4 Fakta Unik Perjalanan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 1938

FIFA, selaku badan sepak bola tertinggi dunia, mengakui jika Timnas Hindia Belanda (Dutch East Indies) yang tampil pada Piala Dunia 1938 adalah Timnas Indonesia.

Diterbitkan 13 Juli 2020, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Negara Asia pertama yang ikut Piala Dunia adalah Timnas Hindia Belanda, tepatnya pada 1938 silam. Setelah melewati perdebatan dan penantian panjang, FIFA resmi menyatakan negara tersebut adalah Timnas Indonesia. Sejumlah fakta menarik mengiringi perjalanan Achmad Nawir dan kawan-kawan. pada turnamen sepak bola antarnegara terbesar itu.

Pada akhir Januari 2018, kabar baik diterima Indonesia. FIFA selaku badan sepak bola tertinggi dunia, mengakui jika Timnas Hindia Belanda (Dutch East Indies) yang tampil pada Piala Dunia 1938 adalah Timnas Indonesia.

"Tim Asia manakah yang pertama kali tampil di Piala Dunia? Hindia Belanda, dikenal saat ini dengan Indonesia, tampil dalam edisi 1938 di Prancis," demikian bunyi keterangan resmi FIFA.

Faktanya, FIFA saat itu hanya memberikan satu slot saja buat wakil dari Asia. Adapun Timnas Hindia Belanda seharusnya dijadwalkan menghadapi Jepang terlebih dahulu, tap berkah didapatkan.

Karena Jepang pada saat itu terlibat Perang Dunia, mereka memutuskan untuk tidak berangkat ke Piala Dunia. Indonesia bak ketiban durian runtuh. Alhasil, anak asuh Johannes Ch. J. Mastenbroek yang berlayar ke Prancis.

Namun demikian, sempat terjadi ketegangan antara PSSI dengan Nederlandsh Indische Voetbal Unie (NIVU). PSSI di bawah pimpinan Soeratin Sosrosugondo ngotot tidak mau mengikutsertakan pemain di tim Hindia Belanda ke Piala Dunia 1938 sebagai aksi protes.

Pada akhirnya, sebanyak 17 putra terpilih yang terdiri dari etnis Tionghoa, Indo-Eropa (Belanda), dan Indonesia diberangkatkan ke Piala Dunia 1938 Prancis. Sejarah pun mencatat Timnas Indonesia sebagai negara Asia pertama yang tampil di pentas Piala Dunia.

Saksikan Video Timnas Indonesia di Bawah Ini

Berlayar Selama Dua Bulan Lebih

Keberadaan etnis Tionghoa di Timnas Indonesia kala itu membuat surat kabar Tionghoa berbahasa Melayu, Sin Po, rajin memberikan laporan perjalanan.

Menurut keterangan Sin Po, skuat Timnas Indonesia beserta pelatih dan staf berlayar dari Tanjung Priok menuju Belanda dengan kapal MS Johan van Oldenbarnevelt. Pelabuhan modern di Eropa dan terdekat dengan Prancis saat itu satu di antaranya berada di Belanda, sehingga rombongan Timnas Indonesia harus transit terlebih dahulu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tidak diketahui secara pasti lama perjalanan Timnas Indonesia mengarungi lautan. Namun, diperkirakan perjalanan itu memakan waktu kurang lebih 2,5 bulan, dihitung sejak berangkat pada 18 Maret 1938. Ada dua versi mengenai kapan Timnas Indonesia berangkat dari Tanjung Priok. Surat kabar Mingguan yang terbit di Jakarta (dulu Batavia), yakni Java Bode, rombongan Timnas Indonesia baru berangkat pada 27 April 1938 dan tiba di Pelabuhan Genoa, Italia, sebulan berselang. Sementara itu, dikutip dari situs Javapost, Achmad Nawir dan kawan-kawan menuju Belanda dengan mengendarai kereta api. "Disambut hujan gerimis serta ratusan penggemarnya, mereka tiba di stasiun Den Haag pada18 Mei," tulis Javapost. Sin Po, pada edisi 27 Mei 1938, mengabarkan Indonesia melakoni pertandingan persahabatan melawan HBS. Itu sedikit banyak menjawab durasi perjalanan Timnas Indonesia ke Belanda (sebelum ke Prancis menggunakan kereta api). Pada 31 Mei 1938, majalah Sport turut menceritakan kegiatan skuat Indonesia di sebuah hotel di Kota Wassenaar. Hotel itu diketahui bernama Duinoord. Berbekal dua laga persahabatan di Belanda melawan HBS dan Haarlem, Indonesia pun berangkat ke Piala Dunia 1938 Prancis dengan modal kepercayaan diri besar.

Halaman
Show All
Gregah Nurikhsani, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan