Klub-Klub Liga Inggris Sudah Merugi Sebelum Pandemi Virus Corona

Kondisi keuangan klub-klub Liga Inggris tengah terpuruk di tengah pandemi virus Corona Covid-19.

Diterbitkan 10 Juni 2020, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menurut Bell, salah satu pos pengeluaran terbesar bagi klub-klub Liga Inggris berasal dari gaji pemain. Bahkan menurut data Vysyble, tahun lalu totalnya telah meningkat menjadi 3.12 miliar pound sterling.

Bukan Hanya Premier League

Tahun lalu, Everton mencatat kerugian yang mengkhawatirkan, yakni 111 juta pound sterling. Sementara kegagalan Chelsea ke Liga Champions membuatnya kehilangan 96 juta pound sterling.

Tottenham Hotspur tahun lalu sebenarnya membukukan laba sebesar 68,6 juta pound sterling. Hanya saja, Spurs minggu lalu mengumumkan telah meminjam 175 juta pound sterling dari Bank of England.

Spurs mulai khawatir akan kehilangan 200 juta pound sterling pada tahun depan akibat hilangnya pendapatan dari pertandingan reguler serta pembatalan acara non sepak bola seperti pertandingan NFL dan konser. Spurs juga harus siap menghadapi pemotongan dana hak siar yang dihitung sebagai utang.

"Data kai secara konsisten menunjukkan bahwa sepak bola seakan menggali kuburnya sendiri dengan ketergantungan yang berlebihan kepada pemasukan dari TV, rasio biaya terhadap pendapatan staf dan pemain juga melebihi batas aman (sesuai pedoman UEFA yang merekomendasikan 70 persen) dan kegagalan untuk mengenali dinamika dan tren keuangan utama," beber Roger Bell.

Tidak hanya klub-klub teratas Liga Inggris. Tim dari kasta kedua, Championship juga bernasib sama. Meski empat klub belum merilis neraca keuangannya untuk tahun 2019, tetapi total kerugian yang mereka, bila digabungkan, diperkirakan mencapai angka 307 juta pound sterling. Dan untuk total secara keseluruhan 24 klub divisi Championship  diperkirakan telah menembus angka £ 350 juta.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan