Sukses

Agen Gareth Bale: Gaji Pesepak Bola Tak Pantas Dipotong karena Virus Corona

Liputan6.com, Madrid - Jonathan Barnett, agen bintang Real Madrid, Gareth Bale keberatan jika gaji pemain harus dipotong. Menurutnya, kehilangan pendapatan akibat pandemi virus corona covid-19 sepenuhnya menjadi tanggungjawab klub.

"Saya tidak melihat gaji pemain turun. Itu jelas," kata Barnettt, seperti dilansir Sportskeeda.

"Kebanyakan pemain sudah dikontrak. Apa yang saya lihat seharusnya klub harus teliti menjalankan kebijakan mereka, "ujarnya menambahkan.

Pandemi virus corona yang melanda sejak Maret berdampak signifikan kepada sektor keuangan sepak bola. Diperkirakan, nilai komersil dari sponsor, hak siar, dan uang pertandingan akan turun.

Itu dikarenakan pandemi virus corona membuat pertandingan tidak disaksikan langsung penonton. Kebijakan itu tentu berdampak kepada pemasukan klub yang salah satunya berasal dari penjualan tiket pertandingan.

Barnett mengatakan, gaji para pemain tidak semestinya dipotong. Pasalnya, mereka lah yang selama ini berkontribusi kepada keuangan klub. Bale sendiri rumornya digaji sekitar Rp 6 miliar per pekan.

"Fans datang untuk melihat para pemain, bukan direktur eksekutif. Pemain lah yang mendatangkan uang bagi klub," katanya.

2 dari 3 halaman

Nilai Transfer

Lebih lanjut, Barnett juga memprediksi nilai transfer pemain setelah pandemi virus corona. Menurutnya, akan terjadi penurunan meski tidak berlangsung lama.

"Saya kira dalam jangka pendek itu akan ada, tetapi tidak untuk jangka panjang. Nilai transfer akan kembali. Transfer fantastis akan terjadi lagi," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Belanja Lebih Teliti

Sementara itu, Barnett juga menyarankan kepada klub agar belanja pemain lebih teliti. Hal tersebut, kata Barnett, penting untuk menjaga kesehatan keuangan klub.

"Anda hanya perlu teliti dan cermat untuk mengatakan, tahun ini saya tidak bisa membeli, jadi saya tidak akan melakukannya," katanya mengakhiri.