Pigai soal Bentrok Adonara: Solusi Budaya Lebih Efektif dari pada Pemolisian

Pigai kerahkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT pantau kondisi pascabentrok yang tewaskan 3 orang.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 16:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menteri HAM Natalius Pigai mengerahkan KemenHAM NTT pantau bentrokan di Adonara.
  • Pendekatan budaya dinilai lebih efektif atasi konflik dibanding pemolisian.
  • Bentrokan Adonara sebabkan 3 tewas dan puluhan rumah terbakar.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengerahkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM Nusa Tenggara Timur untuk memantau bentrokan antarwarga yang terjadi di Adonara, Flores Timur. Langkah tersebut sebagai bentuk penanganan konflik yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.

Pemantauan di lapangan bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat pascakonflik sekaligus mengidentifikasi langkah yang diperlukan dalam mendukung penyelesaian secara damai.

Hasil pemantauan, menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat dan agama, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

"Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian,” ujar Pigai dikutip dari Antara, Minggu (19/7/2026).

Menurut Pigai, pendekatan berbasis budaya lebih efektif dibandingkan pendekatan yang hanya mengedepankan aspek penegakan hukum.

Pelibatan tokoh adat dan mekanisme penyelesaian yang hidup di tengah masyarakat mampu membangun kembali kepercayaan serta mencegah terjadinya konflik serupa di masa mendatang.

 

Berharap Adonara Segera Kondusif

Kementerian HAM menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat untuk memastikan penyelesaian insiden bentrokan berlangsung secara damai, menghormati HAM, serta memberikan rasa aman bagi warga terdampak.

“Kementerian HAM berharap situasi di Adonara segera kondusif sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal,” ucap Pigai.

Berdasarkan data sementara Kementerian HAM, bentrokan yang terjadi pada Sabtu (18/7) tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia serta puluhan rumah terbakar.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6