Sukses

Momen Jose Mourinho Putuskan Tinggalkan Inter Milan untuk Tangani Real Madrid

Jakarta - Jose Mourinho membeberkan momen ketika mengambil keputusan hengkang dari Inter Milan untuk menangani Real Madrid. Dia mengambil sikap ketika menghadapi Barcelona.

Mourinho merapat ke Inter Milan pada tahun 2008. Sebelumnya ia menukangi Chelsea. Di Italia, pria asal Portugal tersebut meraih sukses besar. Di musim perdananya, ia membantu Nerrazurri meraih Scudetto plus Supercoppa Italiana.

Di musim keduanya, ia meraih sukses yang lebih besar. Ia membantu Inter Milan memenangi Scudetto lagi, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Namun setelah meraih kesuksesan itu Mourinho malah membuat langkah mengejutkan. Ia meninggalkan Inter demi pindah ke Real Madrid.

Jose Mourinho mengakui ia sebenarnya bisa saja bertahan di Inter Milan. Akan tetapi ia mengakui godaan dari Real Madrid terlalu menggiurkan.

Terlebih, mereka sebelumnya sudah pernah menggodanya untuk pindah ke Santiago Bernabeu. Keinginannya untuk pindah pun tak terbendung meski Presiden Inter Milan kala itu, Massimo Moratti, sempat mencegahnya.

"Jika saya kembali dari Madrid ke Milan, dengan tim dan para penggemar yang akan meneriakkan: 'Jose tetap di sini bersama kami', mungkin saya tidak akan pernah pergi," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Gazzetta dello Sport.

"Saya belum menandatangani kontrak dengan Real Madrid sebelum Final. Seseorang berkata bahwa Real datang ke hotel kami sebelum Final, tetapi itu tidak benar," tegasnya.

“Saya ingin pergi ke Real, mereka menginginkan saya setahun sebelumnya. Saya pergi ke rumah Moratti untuk memberitahunya dan ia menghentikan saya untuk pergi. Saya sudah menolak Real ketika masih di Chelsea dan Anda tidak bisa mengatakan tidak tiga kali ke Madrid," ucap Mourinho.

2 dari 2 halaman

Barcelona

Jose Mourinho juga mengungkapkan, ia akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran Real Madrid sebelum laga final Liga Champions lawan Bayern Munchen. Tepatnya di laga lawan Barcelona di babak semifinal.

"Saya memutuskan untuk pergi setelah semifinal kedua melawan Barcelona, karena saya tahu saya akan memenangkan Liga Champions," bebernya.

"Saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadap Moratti: tanpa kata-kata, suhu pelukan kami di lapangan membuatnya mengerti apa yang saya inginkan. ia berkata: 'Setelah ini, Anda memiliki hak untuk pergi'."

"Adalah benar untuk melakukan apa yang saya inginkan, bukan untuk bahagia. Sebenarnya, saya lebih bahagia di Milan daripada di Madrid," pungkas Mourinho.

Jose Mourinho menukangi Real Madrid sedikit lebih lama ketimbang saat menukangi Inter Milan. Ia bertahan di Santiago Bernabeu selama sekitar tiga tahun.

 

Sumber asli: La Gazzetta dello Sport

Disadur dari: Bola.net (Dimas Ardi Prasetya, Published 23/5/2020)

Tontowi Ahmad Pensiun, Gantung Raket dari Bulu Tangkis