5 Bahaya Konsumsi Daging Anjing

Konsumsi daging anjing dapat menjadi masalah bagi kesehatan. Sejumlah bahaya pun dapat mengintai jika mengonsumi mamalia berkaki empat ini.

Diterbitkan 05 Desember 2019, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Infeksi Bakteri

Konsumsi daging mamalia berkaki empat ini juga berpotensi pada infeksi akibat parasit seperti E. Coli 107 dan salmonela.

Ada juga bahaya yang mengintai, infeksi bakteri seperti antraks, hepatitis, dan leptospirosis yang bisa menyebar melalui daging anjing kepada manusia.

4. Kebal dari Antibiotik

Anjing liar atau anjing yang tidak higienis, yang diolah menjadi makanan bisa menyimpan banyak bakteri, kuman, dan penyakit virus. Oleh karena itu, sering kali anjing ini diberikan antibiotik dosis tinggi sebagai pencegahan penularan penyakit.

Besarnya kandungan antibiotik pada daging anjing inilah yang berbahaya bagi manusia. Pasalnya, ketika manusia mengonsumsi daging anjing tersebut maka sistem kekebalan tubuh mereka akan berubah dan penuh dengan antibiotik.

Jika suatu saat mereka sakit, maka penyakit di tubuh mereka tidak akan mempan diobati dengan menggunakan antibiotik.

5. Hipertensi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan konsumsi natrium sebaiknya tak lebih dari 2 miligram per hari. Sedangkan dalam 100 gram daging anjing, terdapat 1,06 miligram natrium.

Dalam artian mengonsumi daging anjing ditambah asupan natrium dari sumber makanan lain per hari. Bukan tak mungkin tekanan darahnya akan melampaui batas yang meningkatkan risiko hipertensi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tyas Titi Kinapti, Jonathan Pandapotan Purba, Rizky MandasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan