5 Penyebab Gareth Bale Dianggap Bukan Pemain Kelas Dunia Lagi

Winger Real Madrid, Gareth Bale, perlahan penampilannya terus menurun sehingga kemampuannya mulai diragukan sebagai pemain bintang.

Diterbitkan 08 November 2019, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Madrid - Gareth Bale saat ini masih berstatus sebagai pemain Real Madrid. Namun, situasinya di klub belakangan ini cukup rumit.

Kembali tiba di Real Madrid dari Tottenham Hotspur, Bale dianggap sebagai 10 pemain top dunia. Pemain Wales itu membuktikannya dengan memberikan kontribusi yang besar untuk klubnya.

Selama tahun pertamanya, Bale mencetak gol kemenangan untuk Los Blancos di final Liga Champions melawan Atletico Madrid. Itu merupakan gelar Liga Champions pertama untuk Bale.

Musim pertama ini adalah tahun ideal untuk menegaskan Gareth Bale sebagai pemain elit. Bale sangat sukses di Real Madrid selama lima tahun ke depan.

Meskipun sering mengalami cedera, Bale bisa mencetak gol atau menampilkan performa yang hebat ketika kondisinya fit.

Namun, sesuatu terjadi dengan Bale dalam beberapa tahun terakhir. Ia sekarang sudah tidak lagi dianggap lsebagai pemain elit.

Berikut ini lima alasan Gareth Bale tidak lagi dianggap pemain elit seperti dilansir Ronaldo.com.

Keseringan Cedera

Cedera merusa karier Gareth Bale di Real Madrid. Banyaknya cedera membuat Bale dianggap sebagai pemain paling rapuh dalam sejarah klub.

20 kali cedera antara 2013 sampai hari ini sangat tidak normal bagi pemain mana pun, terlepas dari betapa berbakatnya dia.

Dalam kasus Gareth Bale, dia sebelumnya mampu memberikan hasil dengan mencetak gol penting Los Blancos meski keluar masuk ruang perawatan.

Namun, Bale terlihat kesulitan dalam beberapa tahun terakhir. Pemain asal Wales itu sekarang hampir tidak produktif lagi.

Para penggemar Los Blancos sudah muak dengan situasi ini. Mereka sudah tidak menginginkan Bale berada di klub lagi.

Masih Kesulitan Beradaptasi dengan Budaya Spanyol

Kapasitas Gareth Bale dalam beradaptasi selama enam tahun terakhir dipertanyakan. Para penggemar tidak senang dengan Bale karena sang pemain menolak untuk berbicara dalam bahasa Spanyol.

Meskipun para pemain tidak pernah punya masalah dengan Bale, sudah jelas keengganannya untuk berbicara bahasa Spanyol menjadi bumerang buat sang pemain.

Karena hal itu, rekan senegaranya John Toshack, melayangkan kritik tajam untuk Bale. Sang pemain dianggap keterlaluan dan bahkan menghina Madrid lantaran tak bisa berbahasa Spanyol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pada usia 30 tahun, Gareth Bale sudah melewati masa-masa jayanya sebagai pemain sepak bola. Momen terbaik dalam kariernya terjadi ketika dia mengenakan jersey Los Blancos, tetapi dia sudah dianggap pemain veteran untuk standar Real Madrid. Sekarang ada banyak pemain yang dianggap lebih penting dari Bale. Hal itu jelas menciptakan masalah besar bagi masa depan Bale di dalam skuad. Los Blancos tidak pernah senang punya terlalu banyak pemain veteran di dalam skuad mereka. Hanya para pemain yang bisa menjaga kebugaran dengan optimal yang bisa tetap bertahan di klub. Akan tetapi, Bale tidak termasuk kriteria itu.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Windi Wicaksono, Ario YosiaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan