Sukses

Jadi Korban Hinaan Rasial di Italia, Matuidi Tetap Cinta Juventus

Turin - Gelandang Juventus, Blaise Matuidi, mengatakan kecintaannya kepada La Vecchia Signora tidak luntur meskipun pernah menjadi korban rasialisme di sana. Komentar tersebut disampaikan Matuidi sebagai tanggapan atas kasus rasialisme yang tengah menimpa Romelu Lukaku.

"Saya juga pernah menjadi korban rasialisme. Saya bahkan dikabarkan akan meninggalkan Serie A dan hijrah ke PSG karena hal itu. Namun, semua rumor itu tidak benar. Apapun yang terjadi, saya bahagia di Juventus," ujar Matuidi dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu.

Melansir dari Football Italia, Jumat (23/9/2019), pemain asal Prancis itu mengutuk kasus rasialisme yang marak terjadi di Italia. Menurutnya, pihak berwenang harus mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah tersebut.

Matuidi yakin rasialisme berdampak buruk bagi perkembangan sepak bola Italia. Jika dibiarkan berlarut-larut, kasus serupa bisa memberi pengaruh buruk terhadap anak-anak.

"Tindakan harus diambil. Baik dalam sepak bola ataupun dalam kehidupan harusnya tak ada ruang untuk kasus rasialisme. Insiden seperti ini akan memberi contoh buruk kepada anak-anak," lanjut pemain Juventus tersebut.

 

2 dari 2 halaman

Siap Bersaing

Blaise Mautidi disebut sebagai satu di antara pemain yang tidak masuk dalam skema Maurizio Sarri di Juventus musim ini. Apalagi, Bianconeri telah mendatangkan gelandang baru seperti Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot pada bursa transfer musim panas 2019.

Namun, ia mengaku siap untuk bersaing. Pemain berusia 32 tahun itu mengklaim persaingan antarpemain selalu ada dalam sepak bola.

"Persaingan bukan sesuatu yang membuatku khawatir, hal itu justru menstimulasi. Tidak bisa dipungkiri, dalam sepak bola selalu ada persaingan," ujar dia. 

Sumber: Football Italia

Disadur dari Bola.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Jelang AC Milan vs Inter Milan: Pujian Conte untuk Marco Giampaolo
Artikel Selanjutnya
Jadwal AC Milan vs Inter Milan: Sengit Derby della Madonnina