Timnas Indonesia vs Malaysia: Pahami Sepak Terjang Pelatih Kedua Tim

Timnas Indonesia akan berhadapan dengan timnas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta.

Diterbitkan 05 September 2019, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Nah, Tan Cheng Hoe adalah tangan kanan Rajagobal saat itu. Tidak muncul ke permukaan, tapi perannya sebagai asisten pelatih sangat membantu Rajagobal dalam meramu strategi.

Tidak hanya di level senior, keduanya sudah bekerjasama sejak 2004, saat Rajagobal masih menangani Malaysia U-19, Harimau Muda A, dan Timnas Malaysia U-23. Di level ini, kolaborasi keduanya juga ciamik. Ini terbukti lewat keberhasilan mereka meraih melaju ke babak perempat final AFC Youth Championship 2004 dan merebut emas SEA Games 2009.

Saat Rajagobal menepi dari timnas Malaysia, Cheng Hoe juga ikut lengser. Dia menolak saat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memintanya naik pangkat menangani timnas senior. Saat itu, Cheng Hoe lebih tertarik menangani Kedah meski sikap ini sempat menuai kritik.

Dia berhasil membawa Kedah menjuarai Liga Primer Malaysia dan promosi ke Super League. Atas prestasi ini, Cheng Hoe pun didaulat sebagai M-League’s Best Coach of the Year.

Namanya kembali ke skuat timnas Malaysia pada tahun 2017. Namun posisinya tetap sebagai asisten pelatih. Kala itu dia tidak berkolabirasi dengan pelatih asal Portugal, Nelo Vingada. Cheng Hoe baru naik jabatan sebagai pelatih kepala tujuh bulan kemudian. FAM memintanya untuk menggantikan posisi Vingada yang memilih mengundurkan diri.

Saat itu, Cheng Hoe sadar tim yang ditanganinya tidak sekuat tujuh tahun lalu. Bahkan dia tidak ragu mengatakan kepada Fox Sports, Malaysia sebagai underdog di Piala AFF 2018. Meski demikian, Cheng Hoe masih mampu membawa Harimau Malaya ke babak final usai mengalahkan pemegang lima gelar Piala AFF, Thailand di babak semifinal.

Di final, Malaysia akhirnya kalah dari Vietnam dengan agregat 4-5. Sejak menjabat sebagai pelatih Timnas Malaysia, rekor laga Cheng Ho, 11 kali menang, 4 kali kalah, dan 1 seri.

Simon McMenemy

Meski berasal dari Skotlandia, nama Simon McMenemy sudah tidak asing bagi penggemar sepak bola Indonesia. Bukan karena sosoknya pernah viral lewat foto mesra bersama model cantik Rahma Azhari, tapi lebih kepada sepak terjangnya di sepak bola Indonesia. 

McMenemy mulai dikenal publik Indonesia ketika masih menukangi Timnas Filipina pada Piala AFF 2010. Ketika itu, Simon mengubah The Azkals, dari tim semenjana menjadi Kuda Hitam yang layak diperhitungkan. Di tangan Simon McMenemy, timnas Filipina untuk pertama kali dalam sejarah berhasil melaju hingga ke babak semifinal Piala AFF 2019. 

Hanya setahun berselang, McMenemy kembali lagi ke Tanah Air. Dia ditunjuk menangani Mitra Kukar (2011-12) dan Pelita Bandung Raya (2012). Namun yang membuat namanya melambung adalah ketika dipercaya menangani Bhayangkara FC pada 2017 lalu. Bersama The Guardians, McMenemy berhasil mempersembahkan gelar Liga 1 2017.

Gelar yang membuat dirinya juga dapat gelar pribadi sebagai Pelatih Terbaik Liga 1 2017.

Pada 2019, Simon McMenemy menerima pinangan PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia. Dalam kontraknya, Simon dipercaya memimpin Pasukan Garuda sampai Desember 2020.

Di bawah kendali Simon McMenemy, Timnas Indonesia belum banyak teruji. Sejauh ini, Tim Merah Putih baru meraih dua kemenangan dan sekali kalah dalam laga persahabatan. Timnas Indonesia tercatat mencetak 9 gol dan kebobolan 4 kali dalam tiga laga tersebut.

Dengan pengalaman yang didapat selama menangani klub-klub di Indonesia, semoga McMenemy mampu meracik strategi ciamik bagi timnas Indonesia, paling tidak saat berhadapan dengan Timnas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sore nanti. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan