5 Produk Akademi Manchester United yang Terusir dari Old Trafford

Manchester United sebelumnya dikenal memiliki akademi yang produktif mencetak bintang.

Diterbitkan 06 Maret 2018, 08:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manchester - Manchester United selalu memiliki tradisi membawa pemain muda ke tim utama. Namun, faktanya beberapa nama yang digadang-gadang bakal bicara banyak malah tampil mengecewakan dan tak sesuai ekspektasi.

Masa lalu, pemain seperti Bobby Charlton, George Best hingga Class of 92 yang diisi Ryan Giggs, Paul Scholes, David Beckham hingga Nicky Butt pernah mengharumkan akademi Manchester United. Mereka datang dari akademi dan melejit bawa The Red Devils mengilap.

Namun, pada masa-masa sekarang kecenderungan klub yang belanja besar-besaran. Klub besar acap dituntut memberi hasil instan.

Fakta ini membuat pemain muda sulit berkembang di klub mereka sendiri. Akibatnya, perlahan tapi pasti akademi Manchester United yang terkenal itu mulai tergerus.

Di bawah ini ada lima pemain produk akademi Man United yang sebenarnya punya potensi besar tapi justru tak sesuai ekspektasi. Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

5. Darron Gibson

Gelandang Irlandia Utara itu pernah menjadi prospek yang sangat berperingkat tinggi di United. Dia memiliki bakat untuk mencetak gol spektakuler, namun kurangnya kesempatan membuatnya tumpul.

Meski begitu, seandainya tinggal di United sedikit lebih lama, Gibson mungkin memiliki kesempatan untuk menerobos sejak Scholes gantung sepatu. Dia telah memiliki karier yang beragam sejak meninggalkan United untuk Everton pada tahun 2012.

Cedera mengganggu kemajuannya di sana. Gibson akhirnya pindah ke Sunderland tapi bahkan sejak saat itu dia tidak bisa masuk tim utama.

 

4. Ravel Morrison

Ravel Morrison dipandang sebagai prospek yang sangat menarik saat berhasil masuk ke tim utama United tahun 2010. Namun sejak saat itu keadaan telah menurun dengan buruk bagi pemain tersebut.

Ironisnya, ia mengorbit pada saat yang sama dengan Paul Pogba. Namun saat Pogba telah menjadi pemain kelas dunia, Morrison menghabiskan bertahun-tahun terjebak di tim West Ham, dan dipinjamkan ke QPR.

Dia tidak pernah memenuhi janji awalnya. Hal itu karena perilakunya yang kurang disiplin, terutama soal kebiasaan mabuk dan juga untuk beberapa insiden lainnya. Hebatnya, Morrison masih berusia 25 tahun, yang masih cukup muda dalam hal sepak bola, jadi masih ada harapan baginya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Richardson memiliki banyak bakat, sama-sama mampu bermain di lini tengah maupun pertahanan. Namun, terlepas dari fleksibilitas ini, hal-hal yang tidak pernah benar-benar berhasil baginya di United. Dia masih merupakan anggota skuat selama beberapa tahun tanpa mengalami kemajuan dalam tim utama. Richardson juga memburuk usai pindah ke Sunderland pada tahun 2007. Dalam 5 tahun di sana, dia keluar-masuk dari tim utama saat Sunderland melawan degradasi. Tren serupa menyusul mengikuti langkahnya ke Fulham dan Aston Villa.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Windi WicaksonoTim Redaksi
Copy Link
Batalkan