HEADLINE: Memetik Buah Manis Piala Presiden 2018

Piala Presiden 2018 dibuka dengan kemenangan 1-0 Persib atas Sriwijaya FC.

Diterbitkan 17 Januari 2018, 00:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gong ajang bergengsi Piala Presiden 2018 ditabuh Selasa (16/1/2018) sore. Di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, turnamen pramusim ini resmi dibuka Presiden RI, Joko Widodo.

Tuan rumah Persib Bandung dan PSMS Medan sukses mengamankan langkah pertama mereka. Persib menang 1-0 atas Sriwijaya FC, sementara PSMS menekuk PSM Makassar 2-1.

Menariknya, meski hanya bertajuk "ajang pramusim" terlihat betul tim-tim tetap tampil ngotot di lapangan. Setidaknya, itu tergambar dari dua laga awal Piala Presiden 2018 ini.

Persib, meski akhirnya menang, harus bersusah payah menaklukkan Sriwijaya FC. Begitu juga dengan PSMS yang sempat keteteran menghadapi PSM.

"Kami sudah menjadi sebuah tim yang sangat baik dan kuat karena di‎ pertandingan ini kami main 90 menit. Berbeda dengan uji coba sebelumnya. Kami main hanya 80 menit," pelatih Persib, Mario Gomez, menganalisis performa pasukannya di debut Piala Presiden 2018.

Namun begitu, pelatih asal Argentina ini tetap memberi evaluasi terhadap penampilan Michael Essien dan kawan-kawan. "Kami harus mencari cara bagaimana bermain dengan atau tanpa bola, kita terlalu cepat kehilangan bola. Kita masih punya waktu untuk perbaiki itu," ujarnya.

Sejatinya, Piala Presiden 2018 yang disiarkan oleh Indosiar dan O Channel, memang bisa jadi ajang pemanasan, pemantapan bagi klub peserta, sebelum tampil di ajang sesungguhnya, Liga 1 2018 yang rencananya digelar Awal Maret mendatang.

Mantapkan Komposisi

Gelandang Persib, Eka Ramdhani (kiri) berebut bola dengan pemain Sriwijaya FC, Yu Hyunk Doo pada laga pembuka Piala Presiden 2018 di Stadion GBLA, Bandung, Selasa (16/1). Persib unggul 1-0. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Di Piala Presiden edisi ketiga ini, yang diikuti 20 tim, banyak yang bisa dilakukan klub untuk memantapkan komposisi tim mereka. Bagi pelatih, berbagai eksperimen bisa dilakukan demi mendapatkan komposisi idaman.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Mulai dari utak-atik formasi dan strategi, memberi menit bermain kepada pemain muda, mengasah amunisi lama, sampai mencoba pemain-pemain baru, lokal dan asing, jadi menu utama yang bisa "dipilih" setiap tim dan pelatih di Piala Presiden ini. Pasalnya, berbagai aturan yang diberlakukan juga sangat mendukung. Setiap tim misalnya, diperkenankan mendaftarkan total 36 pemain di Piala Presiden. Maksudnya jelas, agar pelatih memiliki opsi yang lebih banyak. Selain itu, ada juga aturan yang meminta setiap tim memasukkan tujuh pemain U-23. Memang, tak ada kewajiban memainkan mereka. Namun, dengan adanya tujuh pemain muda tersedia, bukan tak mungkin para pelatih tergugah mencoba mereka. Ini telah diterapkan Persib saat menurunkan Puja Abdillah, debutan berusia 21 tahun. Sementara pelatih Rahmad Darmawan di Sriwijaya FC, menurunkan Syahrian Abimanyu, jebolan timnas U-19. Ada juga ketentuan yang menyebut klub diperbolehkan mendaftarkan total enam pemain asing. Ketentuan ini membuat klub cukup leluasa untuk menyeleksi pemain-pemain asing mereka. Jika pun mereka sudah tersingkir di fase grup, klub setidaknya punya tiga pertandingan, menghadapi tim-tim yang relatif berimbang, ntuk menguji pemain asingnya. Ini jelas keuntungan bagi klub.

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Irna GustiawatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan