Sukses

5 Gelandang Muda Terbaik di Kompetisi Eropa

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang adalah bagian yang sangat penting dari sebuah tim. Belakangan, banyak lahir pemain terbaik dari posisi ini meski masih berusia di bawah 25 tahun.

Beberapa tim terhebat sepanjang masa, seperti Barcelona di bawah Pep Guardiola, dibangun melalui lini tengah yang hebat.

Pemain tengah memainkan peran penting dalam transisi permainan dari serangan ke pertahanan, dan sebaliknya. Mempertimbangkan itu, maka penting bagi setiap tim untuk memiliki gelandang yang baik untuk memastikan kendali permainan.

Ada beberapa maestro lini tengah yang hebat selama bertahun-tahun. Mereka termasuk seperti Zinedine Zidane, Ronaldinho, atau Paul Scholes. Para pemain ini memukau dunia dengan visi permainan luar biasa.

Kini hadir generasi baru pemain muda berkualitas. Meski masih muda, para pemain ini sudah memanggul kendali tim dari lini tengah.

Siapa saja gelandang terbaik yang berusia di bawah 25 tahun? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

1 dari 6 halaman

Saul Niguez - Atletico Madrid

Saul Niguez. (AFP/Patrik Stollarz)

Saul Niguez pindah dari Real Madrid ke Atletico Madrid pada usia yang sangat muda setelah menghadapi beberapa masalah di sana. Namun kini, pada usia yang menginjak 23 tahun, dia menjadi bagian yang sangat penting dari Atletico Madrid.

Gaya permainan, kreativitas, dan agresivitasnya di lini tengah sangat penting bagi Atletico Madrid. Saul merupakan gelandang lengkap yang bisa bermain di banyak posisi. Dia memiliki kaki kiri yang brilian dan telah mencetak beberapa gol hebat dalam karirenya yang masih muda.

Saul juga memiliki bakat untuk mencetak gol dalam pertandingan penting yang membuatnya semakin mengesankan. Atletico Madrid akan berharap untuk menjaga bintang mudanya dari incaran klub kaya.

2 dari 6 halaman

Corentin Tolisso - Bayern Muenchen

Corentin Tolisso. (AFP/Tobias Schwarz)

Ada alasan di balik anggapan kalau Tolisso menjadi salah satu gelandang muda paling menarik di dunia saat ini. Tolisso bisa memainkan banyak posisi dan kreatif dari dalam.

Dia juga memiliki kaki kanan yang hebat dan juga sangat impresif kala melakukan intersep untuk membantu tim bertahan. Kemampuan membaca situasi permainan ini jarang ditemukan pada pemain muda.

Tolisso memiliki karier yang hebat di depan dan akan mencari kesempatan terbaik bersama Bayern Muenchen. Dia dianggap sebagai The Next Xabi Alonso.

3 dari 6 halaman

Naby Keita - RB Leipzig

Naby Keita. (AFP/Robert Michael)

Liverpool dikabarkan sudah mencapai kesepakatan dengan Leipzig yang akan bertemu Keita di Merseyside pada musim panas 2018. Jelas, Liverpool sangat bernafsu dengan gelandang 22 tahun ini.

Keita sangat cemerlang pada Bundesliga musim lalu dan memainkan peran besar bersama Leipzig yang menempati posisi kedua di liga untuk lolos ke Liga Champions. Dia merupakan gelandang box-to-box tak kenal lelah.

Dia hebat dalam serangan dengan kemampuan passing dan dribbling yang brilian. Pemain asal Guinea itu memiliki setiap kualitas untuk menjadi sukses di Liverpool. Bersamanya, The Reds jelas berharap banyak akhiri penantian akan juara Liga Inggris.

4 dari 6 halaman

Mateo Kovacic - Real Madrid

Mateo Kovacic. (AP Photo/Francisco Seco)

Pada musim panas 2015, Real Madrid sukses mendatangkan Mateo Kovacic dari Inter Milan. Pemain Kroasia yang sering disebut sebagai 'pewaris' Luka Modric itu perlahan tapi pasti sukses membuktikan diri.

Kovacic bisa memainkan banyak peran di lini tengah. Dia mungkin pemain yang paling tahan tekanan yang akan Anda temukan di dunia sepak bola saat ini.

Kecepatan dan kemampuann untuk menggiring bola melewati pemain lawan, ditambah dengan umpan akurat, membuatnya menjadi aset berharga El Real. Dia adalah pemain cerdas yang bisa menciptakan peluang entah dari mana dan mematahkan lini pertahanan lawan dengan keterampilan menggiring bola dan operan.

5 dari 6 halaman

Paul Pogba - Manchester United

Paul Pogba. (AFP/Paul Ellis)

Manchester United merekrut Paul Pogba dari Juventus dengan biaya sebesar 89 juta poundsterling, rekor dunia kala itu. Pemain asal Prancis tersebut tidak butuh waktu lama untuk menjadi bagian integral The Red Devils.

Fakta bahwa United belum kalah di Liga Inggris kala dia bermain menceritakan betapa pentingnya dirinya. Kemampuan Pogba untuk melepas umpan pada waktu yang tepat, ditambah dengan gaya dribbling yang unik, membuatnya menjadi bagian penting tim Mourinho.

Masih berusia 24 tahun, Pogba adalah gelandang rajin yang mampu memberikan hubungan sempurna antara serangan dan pertahanan. Di bawah Mourinho, dia diberi keleluasaan untuk beroperasi di lini tengah. (Eka Setiawan)