5 Faktor Ini Bikin Jose Mourinho Hebat sebagai Pelatih

Jose Mourinho selalu mempersembahkan trofi bergengsi pada klub yang dilatihnya.

Diterbitkan 29 Oktober 2017, 10:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selama 13 musim penuh ia telah menyelesaikan lima klub berbeda, timnya memiliki tingkat kebobolan rata- rata hanya 0,76 gol per pertandingan. Hanya di musim terakhirnya di Real Madrid pernah kebobolan lebih dari satu gol per pertandingan.

3. Tiga Tahun adalah Batas Waktu Melihat Prestasinya

Kekuasaan pertama Mourinho di Chelsea adalah satu-satunya yang buatnya bertahan lebih dari tiga musim. Jika tidak, ada pola untuk lintasannya di masing-masing klub.

Musim pertama biasanya Mourinho langsung beri sukses instan atau digunakan sebagai tahun untuk menyusun. Musim kedua selalu memberikan gelar liga dan ketiga, pemain atau manajemen klub telah bosan dengan metodenya.

Penurunan antara musim kedua dan ketiga sangat jelas dalam dua pekerjaan terakhirnya. Di Real Madrid, musim keduanya membawa sukses meraih gelar liga dengan 100 poin dan selisih gol +89. Pada musim ketiga, Madrid finish di tempat kedua, dengan 85 poin dan selisih gol +61.

2. Suka Kendalikan Emosi Lawan

Ketika pertama kali tiba di Inggris pada tahun 2004, Mourinho langsung buat kejutan. Dia lebih dari senang untuk membuat pernyataan kontroversial dan tidak pernah mundur dari sesi perdebatan verbal.

Manajer asal Portugal itu merasa seperti bisa memancing para manajer lawan dan sukses ambil keuntungan dari situ. Selalu ada seseorang yang salah saat timnya gagal menang, entah itu wasit, kondisi, penjadwalan atau bahkan keberanian lawan yang tidak mau membuka permainan.

Baginya ini merupakan mainan psy-war yang justru menguntungkan, entah itu dari balasan pelatih lai atau lainya. Yang jelas, sejauh ini dia bisa buktikan itu.

1. Kandang Adalah Benteng

Antara Februari 2002 sampai April 2011 di Real Madrid, Mourinho mengumpulkan 150 pertandingan kandang tanpa kekalahan. Hal ini mencakup 38 pertandingan di Porto, 60 dengan Chelsea dan 14 dengan Real Madrid.

Sporting Gijon mematahkan rekornya dengan kemenangan 1-0 di Bernabeu pada 2 April 2011. Namun setelah itu, dalam 45 pertandingan berikutnya secara beruntun Mourinho tak terkalahkan di kandang dan berlanjut pada masa kekuasaa keduanya di Chelsea serta diakhiri dengan kekalahan 1-2 di tangan Sunderland pada bulan April 2014.

Daya sihirnya berlajut ke Manchester United. Mereka masih dalam 21 pertandingan tak terkalahkan di Old Trafford dalam pertandingan liga. Pergi dan menang melawan tim asuhan Mourinho tidak pernah menjadi tugas yang mudah.(Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan