Komentar 5 Pemain Italia Setelah Menang Tipis atas Israel

Italia menuai kritik dari suporternya saat bertemu Israel pada Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup G Zona Eropa.

Diterbitkan 06 September 2017, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Davide Zappacosta

Dalam due ini, bek kanan yang baru dibeli Chelsea ini  masuk pada babak kedua menggantikan Andrea Conti. Zappacosta mengaku bahwa timnya agak kurang puas dengan kemenangan 1-0 atas Israel.

"Kami agak sedikit menderita dengan kemenangan ini, di mana Israel memilih bungkam dan kami harus bersabar. Penting untuk tampil 110 persen baik apakah sebagai starter maupun sebagai pemain pengganti” katanya.

Zappacosta baru saja ditambahkan ke dalam skuat Timnas Italia, karena Leonardo Spinazzola mengalami cedera. Ia tidak tampil saat Italia dibantai Spanyol 3-0. Namun, mantan bek Torino itu mengakui bahwa timnya belajar banyak hal dari kekalahan tersebut.

"Kami harus kompak. Kerja keras merebut bola dan mengadang setiap lawan. Pertandingan seperti ini justru semakin sulit, karena lawan mengunci semua celah yang ada dan membuat kita kesulitan,” tandas Zappacosta.

Matteo Darmian

Berbeda dari rekannya, bek Manchester United ini menyadari bahwa Italia memang tampil buruk menghadapi Israel. Timnya menurutnya bermain terlalu buru-buru.

"Saya kira Israel bermain dengan 10 pemain di belakang bola dan kami terlalu buru-buru untuk memaksakan jalan kami untuk menembus pertahanan mereka,” ucapnya ke Rai Sport.

Namun, Darmian mengaku bahwa timnya sudah bermain dengan sabar dan mampu menguasai pertandingan.

"Kami tahu bahwa di awal musim selalu sulit menemukan irama permainan. Tapi kami bekerja dengan baik selama beberapa hari terakhir dan membawa pulang kemenangan penting untuk kualifikasi dan untuk proses perkembangan kami ke depan,” tutur Darmian.

Marco Verratti

Sementara itu, bintang PSG, Marco Verratti, tidak senang atas ejekan maupun ketidakpuasan suporter Italia. Ia menilai fans Italia terlalu pesimistis.

Verratti sendiri menjadi korban ejekan saat ditarik keluar di menit 89, digantikan oleh Ricardo Montolivo. Padahal, saat itu Italia sudah unggul 1-0.

"Saya tidak sepakat dengan cemoohan itu, juga terhadap kritik mereka. Tidak pernah mudah melakoni laga internasional. Lihatlah Prancis saat menghadapi Luxembourg (seri), dan Swedia yang dikalahkan oleh Belarusia,” dalih Verratti.

“Fans Italia terlalu pesimistis. Tapi kami tahu bahwa segalanya bisa berubah dengan cepat. Kami telah memenangkan seluruh pertandingan kecuali melawan Spanyol. Kami harus mengakui bahwa saat ini mereka lebih superior,” katanya.

Soal formasi 4-2-4 yang banyak menuai kritik, Verratti menilai para pemain Italia butuh waktu untuk beradaptasi dengan skema tersebut.

"Saya kira kami memiliki kombinasi yang baik antara pemain muda dan pemain senior. Tapi itu sulit memang ketika secara bersamaan dalam hitungan hari kami harus melakukan banyak hal dengan taktik. Jadi kami butuh waktu,” kata Verratti.

Gianluigi Buffon

Sedangkan kiper sekaligus kapten tim, Gianluigi Buffon menyerang balik fans yang meneriakkan ejekan sepanjang pertandingan melawan Israel.

“Ya, selalu saja ada ejekan ketika kami tidak bisa memecahkan kebuntuan, tapi itulah filosofi kami,” ujar Buffon kepada Rai Sport sambil tersenyum.

Italia menguasai pertandingan. Berdasarkan statistik, Gli Azzuri menguasai 72 persen bola, berbanding 28 persen milik Israel. Namun hal itu, kata Buffon, tidak penting.

"Tidak ada yang peduli dengan penguasaan bola. Bagi Spanyol, jika mereka membuat 200 umpan dalam 20 meter, suporter mereka akan bertepuk tangan. Tapi di sini, suporter akan mengejek,” lanjut Buffon.

Buffon pun menghargai skema 4-2-4 yang diterapkan pelatih Giampiero Ventura.

"Pelatih yang membuat keputusan. Itu tugas dia. Dan itu tentunya terinspirasi oleh kami, para pemain. Saya pikir dia bekerja dengan baik kok,” kata Buffon. (Abul Muamar)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan