3 Inovasi Taktik Timnas Indonesia Vs Puerto Rico

Timnas Indonesia bermain 0-0 melawan Puerto Rico, Selasa (13/6/2017).

Diterbitkan 14 Juni 2017, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Saddil dihadirkan untuk menghindari lubang di sisi kanan. Sayap belia asal Persela Lamongan ini amat kuat dalam bertahan. Ia pun bisa berganti peran jadi bek kanan dengan Gavin, yang dikenal insting ofensifnya tinggi.

Untuk pos bek kiri, Milla menempatkan bek Persija, Rezaldi Hehanusa. Sang pemain berduet dengan Irfan Bachdim yang kembali dimainkan sebagai penyerang sayap kiri.

Kombinasi Duo Jangkar

Saat menjajal Puerto Rico, Luis Milla memilih Hanif Sjahbandi dan Bayu Pradana sebagai duet jangkar di sektor tengah. Sang mentor melihat duet ini lebih menyajikan kekokohan bagi Tim Merah-Putih saat bertahan.

Pada pertandingan sebelumnya versus Kamboja, Milla memainkan duo Hargianto serta Bayu Pradana.

Hargianto terlihat seringkali keteteran melapisi pertahanan. Situasi berbeda saat Milla memasukkan Hanif pada paruh kedua pertandingan.

Hanif Sjahbandi. (Liputan6.com/Rana Adwa)

Kehadiran dua gelandang angkut air yang solid membuat kerja Stefano Lilipaly lebih mudah. Sang gelandang serang bisa fokus membantu serangan. Sepanjang duel melawan Puerto Rico, pemain berdarah Belanda-Maluku itu kerapkali jadi pemain yang memberi efek kejut bagi lini belakang lawan.

Stefano juga jadi otak passing di Tim Merah-Putih. Beberapa kali umpan terukurnya berujung munculnya peluang emas bagi timnas.

Eksperimen Trio Winger

Ketajaman lini depan masih menjadi persoalan Timnas Indonesia di uji coba melawan Puerto Rico. Marinus Wanewar yang diplot sebagai target man belum juga unjuk ketajaman.

Namun, dibanding duel vs Kamboja, permainan bomber asal Persipura Jayapura tersebut lebih agresif. Marinus lebih berani melakukan duel satu lawan satu melawan bek-bek Puerto Rico. Ia beberapa kali menebar ancaman lewat permainan kombinasi dengan Irfan Bachdim dan Saddil Ramdani.

Luis Milla melakukan perubahan komposisi pemain di sektor depan pada paruh kedua pertandingan. Ia memasukkan Yabes Roni dan Febri Haryadi. Trio sayap di sektor depan membuat serangan Tim Merah-Putih lebih greget.

Yabes diplot sebagai penyerang tengah. Bermodal kecepatan ia kerap kali melakukan akselerasi membahayakan di area kotak penalti The Blue Hurricane. Demikian pula Febri yang membuat sisi serang kanan Timnas Indonesia lebih hidup.

Eksperimen trio winger di lini depan juga digeber Luis Milla di partai sebelumnya melawan Kamboja. Saat itu arsitek asal Spanyol itu menurunkan trisula Yabes Roni-Septian David Maulana-Febri Haryadi. (Artikel asli ditulis Ario Yosia/diedit Ario Yosia/Bola.com)

Yabes Roni. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan