5 Pesepakbola Dunia yang Punya Modal Jadi Petarung MMA

Ibrahimovic dan Diego Costa masuk daftar ini.

Diterbitkan 15 Oktober 2016, 19:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Hulk

Tentu, ada alasan publik menamai Givanildo Vieira de Sousa dengan panggilan Hulk. Itu karena ia memiliki wajah yang mirip dengan Lou Ferrigno, aktor yang memainkan karakter Hulk di film Incredible Hulk pada 1970 dan 1980-an.

Striker asal Brasil, Hulk (kanan), kini bermain di Liga China bersama Shandong Luneng. (AFP)

Alasan lain karena Hulk memiliki postur kekar layaknya seorang superhero. Terlebih, ia memiliki tinggi 180 cm dan berat 85 kg. Tak heran jika lawan sampai terpaksa melancarkan tekel keras hanya untuk sekadar menghentikannya.

Satu hal yang perlu lebih diperlihatkan penyerang Shanghai Shensua untuk menjadi seorang petarung MMA. Itu adalah sikap temperamen. Jika hal tersebut juga melekat pada dirinya, ia akan dengan mudahnya beraksi di atas kanvas.

4. Adebayo Akinfenwa

Striker Wycombe Wanderers ini kerap disebut sebagai The Beast atau monster. Pasalnya, postur tubuh pemain berusia 34 tahun itu mencerminkan panggilan tersebut.

Adebayo Akinfenwa (AFP/Adrian Dennis)

Dengan tinggi 180 cm, ia juga memiliki bobot hingga 100 kg. Uniknya, hal itu tak menghalangi kegesitannya saat beraksi di atas lapangan hijau. Melihat posturnya, pemain lawan pun akan takuat berduel satu lawan satu dengan mantan pemain Swansea City itu.

Meski dilihat menakutkan, Akinfenwa dikenal sebagai sosok yang kerap menghibur di dalam dan luar lapangan. Itu mengapa ia memiliki banyak fans yang begitu mencintainya. Karenanya, ia disebut akan menjadi petarung popular jika memilih karier sebagai atlet MMA.

5. Pepe

Sebagai pesepakbola, Pepe disebut-sebut tak memiliki keterampilan khusus. Namun, ia memiliki modal penting untuk menjadi seorang bek tengah, yakni daya juang dan sikap pantang menyerahnya.

Pepe. (REUTERS/Juan Medina)

Sayang, ia juga memiliki agresivitas yang sangat berlebihan. Pemain Real Madrid itu tak segan-segan melakukan kekasaran kepada pemain yang membuatnya kesal. Salah satu korbannya adalah Javi Casquero.

Saat Madrid sedang melawan Getafe, Pepe tertangkap sengaja mendorong Casquero hingga terjatuh lalu menendangnya dua kali. Begitu pula saat Madrid sedang melawan Barcelona. Jika ada keributan di tengah pertandingan, Pepe menjadi orang pertama yang maju.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan