5 Pemain Hebat yang Tak Pernah Dipanggil Timnas

Meski memiliki segudang prestasi, kelima pemain ini ternyata tak pernah berkostum timnas.

Diterbitkan 22 September 2016, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Agostino di Bartolomei

Sebelum Francesco Totti jadi idola publik Roma, ada nama Agostino di Bartolomei yang menempati posisi tersebut. Ya, Bartolomei adalah Pangeran Roma sebelum Totti.

Bartolomei menghabiskan waktu 12 tahun berkostum Roma dengan menjabat sebagai kapten tim. Ia memenangkan 3 Copa Italia, 1 trofi Serie A dan runner up Piala Champions.

Sayangnya prestasi itu tak cukup mengantarkan Bartolomei ke timnas. Selama kariernya, ia hanya pernah berkostum timnas Italia U21.

Pada tahun 1994, Bartolomei ditemukan mati bunuh diri di usia 39 tahun. Diduga, penyebab kematiannya adalah rasa frustasi.

4. Steve Bruce

Kokoh dan sulit ditembus, itulah yang menggambarkan karakter permainan Steve Bruce sebagai bek tengah. Kala masih bermain, Bruce jadi benteng yang sulit ditembus di lini belakang Manchester United (MU) bersama dengan Gary Pallister.

Ia turut membantu MU memenangkan 3 titel juara Liga Inggris dan 3 titel juara Piala FA. Bruce juga sempat menjadi kapten MU selama dua tahun.

Dengan sederet prestasi itu, Bruce seyogyanya memang masuk timnas. Tapi ternyata, ia tak kunjung mendapat panggilan hingga akhirnya pensiun pada 1999.

Kendati demikian, Bruce tetap masuk buku sejarah sepak bola Inggris dengan status bek Inggris paling produktif sepanjang sejarah. Total, Bruce mencetak 113 gol dari 926 pertandingan.

5. Bert Trautmann

Di daftar terakhir ada nama kiper legendaris Jerman, Bert Traumann. Di era 40'an, Trautmann adalah sosok kiper yang disegani di Inggris.

Trautmann mencatatkan kesuksesan ketika bermain bagi Manchester City dengan menetap di klub tersebut selama 15 tahun. Trautmann turut mempersembahkan Piala FA bagi The Citizens.

Meski kehebatannya tak diragukan, Trautmann gagal tampil bersama timnas Jerman. Itu setelah adanya peraturan yang tak mengizinkan pemain yang bermain di luar negeri untuk berkostum timnas.

Akibatnya, Trautmann gagal membela Jerman di Piala Dunia 1954, ketika Jerman keluar sebagai juara. Padahal, kehebatan Trautmann digadang-gadang lebih hebat dari kiper yang menghuni timnas saat itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Luthfie Febrianto, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan