Berubah Posisi, 5 Pemain Ini Jadi Legenda

Scholes awalnya penyerang. Pirlo menjulang usai diubah posisinya oleh Ancelotti.

Diterbitkan 22 Januari 2016, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
>2. Thierry Henry

Thierry Henry mungkin tak akan jadi legenda Arsenal, jika Arsene Wenger tak mengubah posisinya. Saat bergabung dengan Arsenal, 1999, Henry dikenal sebagai pemain sayap yang mengandalkan kecepatan.

Namanya memang sempat menjulang bersama AS Monaco. Namun saat diboyong Juventus tahun 1999 dengan posisi tersebut, nama Henry justru tenggelam. Dia bahkan tak sampai semusim membela Juventus karena Wenger kemudian memboyongnya ke Arsenal.

Thierry Henry (AFP/Ian Kington)

Wenger lalu memainkan Henry sebagai penyerang. Henry pun berubah menjadi "monster" di muka gawang lawan. Arsenal dua kali dibawanya menjadi juara Liga Primer. Henry sendiri empat kali tampil jadi pencetak gol terbanyak Liga Primer.

Hingga kini Henry masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Arsenal sepanjang masa. Selama periode 1999-2007, dia mencetak total 228 gol di semua ajang.

Lepas dari Arsenal, Henry bergabung dengan Barcelona. Dia pensiun di klub Amerika Serikat New York Red Bulls pada 2014. Pada 2012, Henry sempat dipinjamkan ke Arsenal. Namun, ketika itu dia tak terlalu sukses.

Paul Scholes

3. Paul Scholes

Tak banyak yang tahu bahwa Paul Scholes mengawali karier sebagai penyerang di Manchester United (MU). Wajar, karena namanya menjulang saat dia sudah berubah posisi menjadi gelandang.

Posisi gelandang sendiri dilakoni Scholes mulai tahun 1997. Itu pun kebetulan. Ketika itu Scholes yang masih berusia 23 tahun diminta menggantikan peran Roy Keane yang cedera.

Paul Scholes  (AFP/Andrew Yates)

Tak dinyana, posisi barunya itu ternyata cocok dilakoni Scholes. Ya, Scholes kemudian berkembang menjadi gelandang yang ulet, kuat dalam bertahan, dan fighter.

Dengan posisinya itu, Scholes sukses membawa MU memenangkan 11 gelar Liga Primer dan dua Liga Champions. Hingga saat ini Scholes masih jadi idola publik Old Trafford.

Franz Beckenbauer

4. Franz Beckenbauer

Siapa yang tak kenal Franz Beckenbauer? Namanya disebut-sebut sebagai salah satu pionir posisi libero centre half, "pemain bebas", yang kuat bertahan tapi kerap ikut membantu serangan.

Beckenbauer mendulang banyak sukses bersama Bayern Muenchen dan timnas Jerman. Bersama Muenchen, dia memenangkan empat gelar liga dan tiga Piala Champions. Sementara bersama Jerman, Sang Kaisar, julukannya, berperan besar saat menjuarai Piala Dunia 1990.

Franz Beckenbauer

Namun, siapa sangka jika Beckenbauer ternyata mengawali karier sebagai gelandang serang. Setidaknya saat bersama Muenchen hingga tahun 1964.

Posisi libero, atau sekarang kerap disebut defensive midfielder, baru dilakoni Beckenbauer saat membela Jerman di Piala Dunia 1966. Gaya bermain Beckenbauer hingga kini bahkan masih banyak ditiru pemain-pemain era modern.

John Charles

5. John Charles
John Charles bisa jadi merupakan satu dari sedikit pemain asal Inggris Raya yang sukses di Italia. Bersama Juventus, dia memenangkan tiga gelar scudetto: 1957/1958, 1959/1960, dan 1960/1961.

Di Italia, pria asal Wales ini dikenal sebagai predator gol. Bahkan, di musim pertamanya bersama Juventus, dia sudah jadi pencetak gol terbanyak Liga Italia dengan 28 gol.

John Charles (lostboyos.wordpress)

Gayanya yang kalem tapi "mematikan" di lapangan sangat disukai suporter. Maka itu, dia pun kerap dijuluki Gentle Giant.

Menariknya, saat diboyong Juventus dari Leeds United, Charles berposisi sebagai bek. Dan, hebatnya, dengan posisi bek itu pula dia sempat membawa Leeds berjaya, salah satunya jadi runner-up Liga Inggris 1955/1956.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Marco Tampubolon, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan