1954: Hungaria Fenomenal, Jerman Juara

Partai final Piala Dunia 1954 bisa disebut sebagai partai final terbaik yang pernah ada. Permainan pendatang baru Hungaria mengejutkan dunia namun Jerman berhasil balas dendam dan menjadi juara.

Diterbitkan 30 Januari 2006, 12:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

|image=706| Piala Dunia 1954 termasuk yang teraneh di antara Piala Dunia yang pernah digelar. Pada saat itu, FIFA mempunyai presiden baru, Rodolphe Seeldrayers dari Belgia. Ganti pimpinan, ganti pula kebijakan. Pada masa Rodolphe, format kompetisi Piala Dunia diubah secara unik, kalau tak bisa disebut aneh. Sebanyak 16 tim yang lolos penyisihan grup dibagi menjadi 4 grup yang berisi 4 tim, di antaranya 2 tim yang unggulan. Kedua tim unggulan ini tidak akan bertemu meski dalam satu grup. Selain itu, jika pertandingan dalam grup berakhir seri maka diberlakukan perpanjangan waktu.

Swiss menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kebetulan pada 1954, FIFA yang bermarkas di Zurich, Swiss, memperingati 50 tahun kelahirannya. Sebetulnya Swiss sudah mendapat kehormatan menggelar Piala Dunia seusai Perang Dunia II pada kongres 1946. Sayangnya, Swiss kurang berpengalaman menyelenggarakan turnamen akbar. Pembangunan stadion-stadion sepakbola baru pun baru diselesaikan setelah memakan waktu 8 tahun!

Meski format kompetisinya aneh dan stadion-stadion di Swiss berkapasitas kecil, Piala Dunia 1954 membawa ajang olahraga terbesar sejagat itu ke level baru. Turnamen sepakbola antarnegara itu diliput televisi untuk pertama kali dalam sejarah. Selain itu, Swiss menunjukkan bagaimana cara memasarkan Piala Dunia dengan baik.

Di lapangan hijau, pendatang baru Hungaria menunjukkan bagaimana cara membuat hujan gol. Hungaria sebetulnya maju ke putaran 16 besar menggantikan Polandia yang mengundurkan diri. Pada pertandingan pertamanya di Grup B, 18 Juni 1954, Hungaria mencetak 9 gol tanpa balas ke gawang Korea Selatan. Dua hari kemudian, gawang Jerman Barat dibobol sebanyak 8 kali. Skor akhir cukup fantastis untuk ukuran sepakbola: 8-3. Puskas dan Kocsis akan tercatat namanya sebagai pemain legenda dan mesin gol Hungaria.

Setelah itu, hujan gol terjadi di banyak pertandingan. Gol terbesar ada di perempat final, Austria vs Swiss, skor akhir 7-5. Ini merupakan rekor gol terbesar dalam sejarah Piala Dunia!

Hungaria sendiri melaju sampai final setelah mengalahkan Brasil dan Uruguay, yang tampil di Eropa untuk pertama kalinya. Di final, Hungaria akan bertemu lawan yang pernah diremukkannya dalam penyisihan grup: Jerman Barat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

PARTAI FINAL: HUNGARIA VS JERMAN BARATWalau kondisi lapangan becek akibat hujan, partai final Piala Dunia 1954 bisa disebut sebagai partai final terbaik yang pernah ada. Puskas yang kurang fit tetap bermain dan membuat gol pertama bagi Hungaria di menit ke-6. Dua menit kemudian, Czibor menambah keunggulan Hungaria menjadi 2-0. Pertandingan babak pertama berjalan cepat. Jerman Barat yang pernah dipecundangi Puskas cs menginginkan balas dendam di partai final. Mereka memberi respons dengan baik. Morlock berhasil memperkecil ketinggalan Jerman di menit ke-10, lalu Rahn menyamakan kedudukan dari tendangan pojok akibat kecerobohan Grosics, kiper Hungaria. Empat gol yang tercipta dalam 18 menit pertama namun setelah itu tak ada satu pun gol terjadi meski serangan bertubi-tubi dilancarkan kedua tim. Keberuntungan datang untuk Jerman di menit ke-84. Lantos tidak menghalau bola dengan baik sehingga bola jatuh ke kaki Rahn. Pemain sayap Jerman ini berlari membawa bola ke kotak penalti dan mengeksekusinya dengan manis ke gawang Grosics. Hungaria tidak putus harapan. Mereka tetap menekan Jerman untuk menyamakan kedudukan. Di menit ke-88, Puskas mencetak gol namun dianulir wasit karena ia dinilai offside. Tim Hungaria melakukan protes sampai menit tersisa habis. Jerman Barat juara untuk pertama kalinya. FAKTA PARTAI FINAL PIALA DUNIA 1954Stadion Wankdorf, Berne, Swiss, 4 JuliWasit: Bill Ling (Inggris) Penonton: 60.000 JERMAN BARAT 3 (2): Morlock 10; Rahn 18,84 Skuad: Turek, Posipal, Kohlmeyer, Eckel, Liebrich, Mai, Rahn, Morlock, O.Walter, F.Walter, Schäfer. HUNGARIA 2 (2): Puskas 6; Czibor 8 Skuad: Grosics, Buzanszky, Lantos, Bozsik, Lorant, Zakarias, Puskas, Kocsis, Hidegkuti, Czibor, J.Toth.

Halaman
Show All
Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan