Kebakaran Hutan di Lahan Kosong, Menteri Jumhur: Bisa-Bisa Jadi Sawit Tuh

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mencurigai adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran lahan konsesi yang belum ditanami demi pembukaan kebun sawit.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mencurigai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area konsesi yang belum ditanami berkaitan dengan upaya pembukaan perkebunan kelapa sawit. Pemerintah menilai lahan kosong yang terbakar berpotensi dimanfaatkan untuk tanaman industri setelah api padam.

“Kalau di wilayah konsesi yang belum ditanam HTI atau kebun terbakar, kemudian didiamkan, bisa-bisa jadi sawit tuh. Jadi tanaman industri,” ujar Jumhur seusai acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Jumhur mengatakan, pemerintah akan memeriksa dugaan kesengajaan di balik kebakaran pada lahan konsesi yang belum ditanami tersebut. Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan kebakaran di perkebunan sawit yang sudah beroperasi karena dapat menimbulkan kerugian langsung bagi perusahaan.

“Di wilayah konsesi yang belum ditanam terus terbakar, itu mencurigakan,” katanya.

Pemerintah menegaskan akan memberikan sanksi berat apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya tindakan pembakaran secara sengaja. Jumhur juga menyampaikan gagasan agar lahan konsesi yang terbakar dan belum ditanami tidak diizinkan untuk kembali ditanami, meski kebijakan tersebut masih dalam tahap pertimbangan.

“Dan itu yang akan menjadi hukumannya keras kalau bisa kita buktikan itu disengaja,” tegas Jumhur.

Kurang 24 Jam, Titik Panas di Pulau Sumatra Naik jadi 3.663

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi lonjakan titik panas di Pulau Sumatera jadi 3.663. Padahal pada Senin (12/10/2026) sore kemarin 2.440 titik api yang terdeteksi.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui Selasa (13/10/2026) pukul 07.00 WIB. Dari jumlah tersebut Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi paling tinggi yakni mencapai 2.559 titik.

"Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Lampung sebanyak 471 titik, Jambi (326), dan Bangka Belitung (287)," katanya di Pekanbaru, dikutip Antara, Selasa (13/10/2026).

Adapun wilayah Sumatera lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Bengkulu 15 titik dan Riau empat. Sebaran titik panas di Riau terdapat di Inderagiri Hilir (2), Pelalawan dan Siak masing-masing satu.

Kondisi Udara Riau Tidak Sehat

Kondisi titik panas di bagian Selatan Sumatera tersebut juga mengakibatkan kabut asap di Provinsi Riau. Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara Selasa masuk kategori tidak sehat.

BMKG menyampaikan dengan kondisi asap yang masih tebal di Riau, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.

"Kami mengimbau untuk sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6