Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman belum bicara lebih banyak soal tugas wakil barunya. Dia masih memberi ruang bagi Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Muhammad Saleh Mustafa meski telah didapuk jadi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).
Diketahui, Muhammad Saleh Mustafa resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian. Dia otomatis menempati posisi kosong yang ditinggalkan Sudaryono setelah didapuk jadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Nanti kita bahas, biarlah dulu dia napas," kata Amran ketika ditanya soal tugas Saleh sebagai Wamentan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (2/10/2026).
Advertisement
Dia mengaku akan mendiskusikan soal tugas yang bisa dijalankan Wamentan ke depan. Namun, kerja Kementerian Pertanian dipastikan bisa semakin optimal.
"Ya nanti kita diskusi, nanti tunggu, yang jelas ini semakin optimal," katanya.
Amran memastikan kunjungan ke daerah terus berjalan demi memastikan kondisi pertanian di lapangan. "Ya harus, ini kan sawah itu di daerah ndak ada di Jakarta, jadi harus banyak cek lapangan," terangnya.
Prabowo Lantik Wamentan Baru
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Sebelum menjabat sebagai Wamentan, ia menduduki posisi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
Pria kelahiran Ternate, 14 Maret 1969 ini berprestasi saat menjalani karier militer. Sejak muda ia juga dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan berprestasi.
Muhammad Saleh Mustafa merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) pada 1991, dan satu angkatan dengan Jenderal Agus Subiyanto. Perwira tinggi ini berasal dari kecabangan Infanteri dengan spesialisasi di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Â
Menempuh Berbagai Pendidikan Militer Bergengsi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5321458/original/031809400_1755673732-Screenshot_2025-08-20_135328.jpg)
Ia menempuh berbagai pendidikan militer bergengsi antara lain Sesarcabif, Dik PARA, dan Dik PARA utama yang memperkuat kemammpuan di bidang operasi khusus. Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa juga menyelesaikan Dik Komando pada 1992, Diklapa I dan II, serta Dikreg Seskoad.
Selain itu, pendidikan strategis lainnya termasuk Sesko TNI pada 2015 dan Lemhannas yang membekali dengan wawasan kepemimpinan tingkat nasional.
Seiring pengalaman di pasukan elite memberikan bekal operasional dan kepemimpinan yang sangat berharga saat menjalankan berbagai tugas strategis TNI AD.
Ia memulai karier dari jabatan-jabatan strategis di Kopassus. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus dan Wakil Asisten Operasi (Waasops) Danjen Kopassus. Pengalaman ini memperkuat kemampuan operasional saat menangani misi-misi khusus.
Â
Advertisement
Jadi Pimpinan Kopassus
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4704091/original/021973400_1704171647-IMG-20240102-WA0014.jpg)
Pada 2012-2013, Muhammad Saleh Mustafa dipercaya memimpin Grup 1/Kopassus, salah satu unit elite terpenting dalam struktur Kopassus. Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasdam Iskandar Muda dari 2013-2015, yang memberikan pengalaman dalam pengelolaan wilayah strategis.
Perjalanan kariernya berlanjut dengan berbagai jabatan penting, termasuk Danrem 132/Tadulako (2016-2017), Kasdam Jaya (2019-2021), dan Kaskogabwilhan II (2021-2022). Puncak kariernya sebelum menjadi Wakasad adalah sebagai Pangkostrad dari Desember 2023 hingga Juli 2024.
Sebelum diangkat menjadi Wakasad, ia sempat menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI dari Juli 2024 hingga Agustus 2025. Pengalaman di berbagai jabatan strategis ini membuatnya memiliki pemahaman komprehensif tentang struktur dan operasional TNI AD.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342712/original/038739300_1757399162-PHOTO-2025-09-08-18-15-00__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362845/original/009810400_1790832367-cek_fakta_-_bibit_ikan_tawar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326422/original/097333500_1787022638-email-attachment_2026_08_18_ariefhakim-at-klyid_amran-sulaiman-copot-14-pejabat-kementan-terindikasi-korupsi-miliaran-rupiah_13165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2936401/original/010711100_1570765771-unnamed__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348548/original/058511000_1789448761-IMG_3862.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326422/original/097333500_1787022638-email-attachment_2026_08_18_ariefhakim-at-klyid_amran-sulaiman-copot-14-pejabat-kementan-terindikasi-korupsi-miliaran-rupiah_13165.jpg)