6.870 Pasar Rakyat Mulai Go Digital, 300 Ribu Pedagang Ikut Beradaptasi

Kementerian Perdagangan bersama lintas instansi memberikan fasilitasi digital kepada 6.870 pasar rakyat dan lebih dari 300 ribu pedagang sepanjang 2025.

Diterbitkan 25 September 2026, 14:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Digitalisasi mulai masuk semakin dalam ke aktivitas perdagangan di pasar rakyat. Kementerian Perdagangan bersama lintas instansi telah memberikan fasilitasi digital kepada sekitar 6.870 pasar rakyat dan lebih dari 300 ribu pedagang sepanjang 2025.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan digitalisasi tersebut dilakukan untuk membantu pedagang beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Menurutnya, teknologi tidak hanya digunakan untuk mempermudah transaksi pembayaran. Pedagang juga didorong memanfaatkan kanal penjualan daring sehingga tidak hanya bergantung pada konsumen yang datang langsung ke pasar.

“Contoh bagaimana sih perdagangan di level masyarakat, di pasar rakyat, payment system online itu sudah masuk ke pasar-pasar. Untuk para pedagang selain mereka bisa berjualan seperti biasa gitu ya, tapi mereka juga bisa berjualan secara online. Sehingga mereka menyentuh jangkauan konsumen yang berbeda,” kata Dyah dikutip dari Antara, Jumat (25/9/2026).

Fasilitasi yang diberikan mencakup sistem pembayaran daring dan pelatihan bagi pedagang agar mampu memanfaatkan kanal penjualan online.

Dengan digitalisasi tersebut, pasar rakyat tidak hanya menjadi tempat transaksi secara langsung. Pedagang memiliki kesempatan untuk memperluas jangkauan penjualan melalui ekosistem digital.

Platform InaExport

Dyah menilai perluasan penggunaan teknologi di pasar rakyat dapat menciptakan efek pengganda bagi perekonomian. Sebab, teknologi memungkinkan pelaku usaha memperluas jangkauan perdagangan sekaligus membuka akses kepada konsumen baru.

“Memang ini adalah sesuatu hal yang suka tidak suka, kita memang harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan harapannya ini juga bisa menciptakan multiplier effect yang tentunya dibutuhkan,” kata Dyah.

Namun, proses digitalisasi juga membutuhkan kemampuan pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat peningkatan keterampilan menjadi salah satu bagian penting agar pedagang dapat memanfaatkan peluang digital.

Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk membantu UMKM memperluas pasar. Kemendag mendorong produk Indonesia diperkenalkan kepada konsumen internasional melalui platform InaExport.

Upaya tersebut didukung perwakilan perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center di 33 negara untuk membantu memperkenalkan produk Indonesia ke pasar global.

Dyah mengatakan teknologi pada akhirnya diharapkan tidak hanya mengubah cara masyarakat melakukan transaksi, tetapi juga membantu pelaku usaha meningkatkan skala bisnis dan daya saing.

“Dan yang terpenting adalah bagaimana teknologi ini bisa semakin bermanfaat dan pada prinsipnya bisa mengantarkan kita untuk bisa mencapai target-target besar kita untuk menjadi negara yang pertumbuhan ekonominya juga semakin meningkat,” katanya.

Digitalisasi pasar rakyat dengan demikian diarahkan untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih luas. Dari pembayaran digital hingga penjualan online, teknologi membuka peluang bagi pedagang dan UMKM untuk tidak lagi terbatas pada konsumen yang datang ke pasar secara langsung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6