Pupuk Indonesia Kejar Peremajaan 8 Pabrik dalam 5 Tahun

Pupuk Indonesia akan terus melanjutkan pembangunan yang lebih efisien hingga kompetitif.

Diterbitkan 21 September 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan pembangunan dan peremajaan 8 pabrik dalam 5 tahun untuk meningkatkan efisiensi energi, kapasitas produksi, dan keandalan operasional.

Perusahaan telah menyelesaikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kalimantan Timur yang menurunkan konsumsi gas lebih dari 10%.

"Ke depan, transformasi akan terus kami lanjutkan untuk membangun Pupuk Indonesia yang lebih efisien, agile, dan kompetitif,” ujar Direktur Operasi Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo di Jakarta, ditulis Senin (21/9/2026).

Selain memperkuat bisnis pupuk, Pupuk Indonesia mengembangkan portofolio industri dan specialty chemical melalui pembangunan pabrik soda ash serta rencana pengembangan pabrik metanol.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, mengurangi ketergantungan impor komoditas strategis, dan memperkuat daya saing industri nasional.

Pupuk Subsidi

Adapun Pupuk Indonesia menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 8.110.571 ton pada 2025 atau meningkat 10,68% dibandingkan 2024.

Perpres Nomor 113 Tahun 2025 juga mengubah mekanisme subsidi pupuk dari skema cost-plus menjadi marked-to-market dan menerapkan pembayaran bahan baku di muka.

Perubahan mekanisme subsidi tersebut mendorong efisiensi operasional sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan petani.

Efisiensi tersebut juga memungkinkan pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% sejak Oktober 2025.

 

Pupuk Indonesia tercatat mengantongi pendapatan Rp 90,4 triliun pada 2025 dari Rp 81,6 triliun pada 2024. Posisi tersebut juga menempatkan Pupuk Indonesia sebagai BUMN dengan pendapatan terbesar ke-8 di Indonesia.

Peringkat Pupuk Indonesia di Fortune Southeast Asia 500 2026 juga meningkat dari posisi 69 menjadi 68. Kinerja tersebut mencerminkan penguatan fundamental perusahaan melalui transformasi tata kelola dan operasional. Serta naik ke peringkat 14 dalam Fortune Indonesia 100 tahun 2026.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6