Kata Mendag Soal Dominasi Penjualan FMCG E-Commerce Indonesia

Mendag Budi Santoso menanggapi mengenai Shopee menguasai 57% produk FMCG di e-commerce.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Data Compas.co.id mencatat nilai penjualan FMCG melalui e-commerce mencapai Rp 88,4 triliun pada Januari-Juni 2026. Shopee mendominasi penjualan produk fast-moving consumer goods (FMCG) di e-commerce Indonesia dengan pangsa sekitar 57% pada semester I 2026. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan platform e-commerce memiliki kesempatan yang sama untuk menjual berbagai komoditas. Budi mengatakan pemerintah tidak memisahkan komoditas berdasarkan platform perdagangan digital.

“Pada prinsipnya kalau platform ini kesempatannya sama, mau komoditas apa saja, termasuk pakaian, kemudian food and beverage, silakan saja,” kata Budi dalam konferensi pers Kick Off Road to Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan, Kamis (27/8/2026).

Budi mengatakan platform e-commerce Indonesia kini tidak hanya melayani pasar domestik. Budi menyebut sejumlah platform mulai memanfaatkan kanal digital untuk menjual produk Indonesia ke negara-negara Asia.

"Teman-teman dari e-commerce sudah melakukan itu dan sebelumnya tahun lalu juga sudah beberapa kali melakukan ekspor ke negara-negara Asia,” ujar Budi.

Budi mengatakan transaksi ekspor melalui e-commerce saat ini masih berbentuk penjualan ritel. Pemerintah berharap transaksi tersebut berkembang menjadi perdagangan dengan skala yang lebih besar.

“Memang ini sifatnya masih retail, tetapi dengan retail ini harapan kami nanti akan berkembang menjadi ekspor,” kata Budi.

Ketua Umum iDea Budi Primawan mengatakan makanan dan minuman, style, personal care, kosmetik, dan healthy lifestyle menjadi kelompok produk yang banyak dibeli konsumen dalam momentum Harbolnas. Budi mengatakan perluasan cakupan perdagangan ritel akan memperbesar kontribusi berbagai kategori tersebut.

“Yang dibelanjakan orang pada Harbolnas ini terutama adalah makanan dan minuman, style, personal care, kosmetik, dan healthy lifestyle,” ujar Budi Primawan.

 

Transaksi Ritel Makanan dan Minuman

Budi Primawan mengatakan aktivitas belanja dalam Harbolnas tidak hanya berlangsung melalui e-commerce. Budi mengatakan transaksi ritel makanan dan minuman secara langsung juga perlu diperhitungkan dalam ekosistem Harbolnas.

“Orang lupa kalau belanja itu bukan hanya e-commerce, tetapi belanja makanan dan minuman yang langsung itu juga menambahkan di harga Harbolnas ini,” kata Budi Primawan.

Nilai penjualan FMCG e-commerce Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 29,4% secara tahunan menjadi Rp 88,4 triliun. Kategori kecantikan dan perawatan pribadi mencatat nilai penjualan terbesar sebesar Rp 42,9 triliun, sedangkan makanan dan minuman mencapai Rp 20,6 triliun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6