Inspirasi India di Balik Program 3 Juta Rumah Prabowo

Terinspirasi kesuksesan India bangun 40 juta rumah, Presiden Prabowo siap racik cara inovatif demi wujudkan program 3 juta rumah di Indonesia.

Diterbitkan 30 Juli 2026, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengungkapkan asal-usul di balik lahirnya program ambisius pembangunan 3 juta rumah. Usut punya usut, gagasan ini rupanya terinspirasi dari keberhasilan India yang sukses membangun 40 juta rumah hanya dalam jangka waktu 12 tahun.

Menurut Prabowo, Indonesia tidak perlu malu untuk meniru langkah sukses negara lain, terutama dalam membenahi sektor perumahan bagi masyarakat.

"Saya tertarik ada pengalaman sebagai contoh pengalaman bangsa India. Mereka mampu membuat rumah 40 juta rumah dalam 12 tahun, jadi kira-kira 3 juta rumah setahun. Ini saya sedang pelajari bagaimana caranya," kata Prabowo dalam Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp 880 Miliar di Batang, Jawa Tengah, mengutip YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/7/2026).

Saat ini, pemerintah tengah meramu berbagai strategi agar target besar tersebut bisa terealisasi di tanah air. Prabowo menegaskan bahwa cara-cara konvensional yang terbukti efektif akan tetap dipertahankan, sembari mengombinasikannya dengan jurus-jurus baru.

"Ada teknik-teknik tertentu dan ini bisa kita coba. Bisa kita coba cara-cara klasik yang sudah benar kita teruskan," tuturnya.

Tak hanya mengandalkan metode lama, pemerintah juga membuka diri terhadap berbagai ide segar dan inovatif dari luar negeri demi mempercepat transformasi pembangunan perumahan di Indonesia.

"Kita sedang merencanakan, kita sedang mempelajari cara-cara yang lebih inovatif. Kita akan belajar dari pengalaman beberapa negara ya. Kita, kalau bangsa kita mau bangkit, mau transformasi, kita tidak boleh malu untuk belajar dari siapapun," kata Prabowo.

KPR Rumah Subsidi Dimulai dari SBY

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait membeberkan perjalanan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi. Program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dimulai di era Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga terbanyak di era Presiden Prabowo Subianto.

Dia menjelaskan, program FLPP mulai sejak era SBY ketika Menteri Perumahan Rakyat dijabat oleh Suharso Monoarfa. Menurutnya, hal ini sejalan dengan hal yang diajarkan Prabowo untuk tidak lupa dengan jasa pendahulu.

"Bapak selalu ajarkan kita, apa yang kita kerjakan sekarang tidak lepas dari pendahulu-pendahulu kita. Apa yang dibuat Pak SBY sangat berarti bagi rakyat," ungkap Maruarar dalam Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

"Apa yang dibuat Pak Suharso Monoarfa Menteri Perumahan sangat berarti, saya hanya menambah sedikit-sedikit," tambahnya.

Dia menerangkan, jumlah penyediaan rumah subsidi terus bertambah setiap tahun. Dalam 15 tahun, capaian tertinggi ada di era Presiden Prabowo Subianto.

"Selama 15 tahun, dari 2010 sampai 2025, baru pada saat Bapak Presiden Prabowo itu tertinggi. Karena sebelumnya, tahun 2023, 228 ribu. Tahun 2025, di masa Bapak memerintah satu tahun, tertinggi sepanjang sejarah sebesar 278 ribu," urainya.

Pengembang Rumah Subsidi

Maruarar Sirait juga mengungkapkan sosok pengembang tempat berdirinya 62.000 rumah subsidi yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Sosok Widodo disebut menjadi pengembang sukses meski sebelumnya seorang tenaga pemasar atau sales.

Maruarar menyampaikan, akad massal di Batang, Jawa Tengah merupakan kali ketiga bagi Presiden Prabowo Subianto. Pengembang 62.000 rumah di lokasi ini merupakan Widodo, mantan sales yang kini punya keuntungan Rp 30 miliar per tahun.

"Hari ini akad massal yang ketiga di Batang, Jawa Tengah. Di rumah perumahan yang dimiliki saudara Widodo. Dulu dia seorang sales, sekarang dia pengembang yang sukses, keuntungannya Rp 30 miliar satu tahun Pak," ujar Maruarar dalam Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Berangkat dari Bawah

Hal ini memiliki kemiripan dengan dua pengembang sebelumnya yang juga diresmikan Prabowo. Pertama, ada Angga mantan office boy (OB) sebagai pengembang rumah subsidi di Cileungsi, Jawa Barat, dengan capaian keuntungan Rp 50 miliar.

"Yang kedua di kota Serang, namanya Wawan. Wawan dulu merupakan pengembudi ojek di Batam, dibesarkan oleh seorang ibu yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sekarang keluarganya sangat bangga karena anaknya sudah jadi pengusaha yang sukses. Di tempat Wawan 50.000 rumah Pak, Desember tahun 2025," bebernya. 

Menurutnya, tiga kisah tersebut jadi gambaran distribusi ekonomi yang merata. Termasuk di sektor perumahan melalui pengembang-pengembang yang berangkat dari bawah.

"Seperti arahan Bapak, ekonomi harus terdistribusi. Jangan hanya dalam satu kelompok, kami berusaha jalankan itu dengan sungguh-sungguh. Sehingga pengusaha-pengusaha daerah bisa berkembang Pak dan maju dan sukses. Nanti di Jawa Timur juga kami akan menunjukkan pengusaha yang berproses dari bawah. Sukses menjadi pengusaha di bidang perumahan," terangnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6