Pramono Anung Terbitkan Obligasi Jakarta Rp 3,5 Triliun Juni 2027

Gubernur Pramono Anung mengumumkan rencana penerbitan obligasi daerah Rp 3,5 triliun di tengah capaian realisasi investasi Jakarta Rp 173,6 triliun.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 13:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun pada Juni 2027. Penerbitan obligasi daerah ini disiapkan sebagai bagian dari skema creative financing untuk mendukung pembiayaan pembangunan kota.

"Pemerintah DKI Jakarta mudah-mudahan tahun depan, mudah-mudahan bulan Juni tahun depan kita akan menerbitkan obligasi daerah. Besarnya Rp 3,5 triliun, tenornya 7 tahun," ujar Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan II 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Pramono, penerbitan obligasi daerah menjadi salah satu upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat iklim investasi di Jakarta.

Guna mendukung hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah memberikan pendampingan kepada 251 perusahaan dalam menyelesaikan berbagai kendala usaha dan investasi. Selain itu, Pemprov DKI juga memfasilitasi 13 potensi kerja sama investasi dengan calon investor.

"Untuk menjaga kepercayaan dunia usaha ini, sekaligus memperkuat iklim investasi yang sehat dan produktif serta memberikan kepastian dan kemudahan, Pemerintah DKI Jakarta mengambil langkah-langkah strategis," jelas Pramono.

 

Realisasi Investasi Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengungkapkan realisasi investasi di Jakarta sepanjang semester I 2026 yang mencapai Rp 173,6 triliun, atau tumbuh 23,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai tersebut terdiri dari:

  • Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp 106 triliun
  • Penanaman Modal Asing (PMA): Rp 67,1 triliun

Ia menambahkan, capaian tersebut menempatkan Jakarta sebagai destinasi investasi terbesar di Indonesia dengan kontribusi mencapai 17,20 persen terhadap total realisasi investasi nasional.

"Capaian ini menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi Jakarta," kata Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6