Danareksa Jadi Pengelola Kawasan Industri Terbesar di Asia Tenggara

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menuturkan, kawasan industri BUMN akan dikonsolidasikan.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 10:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria mengungkap, Danareksa menjadi pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Hal ini dinilai jadi modal untuk menggaet investor ke Tanah Air.

Dont menerangkan, konsolidasi aset kawasan industri milik BUMN berpotensi menambah lebih dari 13.000 hektare kawasan yang dikelola Danareksa. Jumlah tersebut menjadikan Danareksa sebagai pengelola aset terbesar di Asia Tenggara.

“Kawasan industri kita nanti akan kita konsolidasikan tentunya, termasuk ownership dan juga future," kata Dony mengutip keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Rencana tersebut sejalan dengan rencana percepatan transformasi Danareksa menjadi strategic holding kawasan industri BUMN. Transformasi itu mencakup pengembangan tujuh kawasan industri eksisting, optimalisasi aset, penataan entitas non-inti, serta penguatan pendapatan berulang melalui pengembangan utilitas, infrastruktur, dan properti pendukung kawasan.

Beberapa potensi ada di kawasan industri Batang, Jawa Tengah; Karawang dan Patimban, Jawa Barat; hingga Batam. "Dimana pemerintah berharap ini tidak hanya berhenti, memang Batang ini ada transaksi yang harus kita selesaikan, tetapi ke depan juga kita akan melihat potensi untuk di Karawang, kemudian di Patimban, dan Batam, ini juga sedang kita explore," tuturnya.

"Sehingga kawasan industri ini akan menjadi backbone dari daya tarik investasi kita ke depan,” imbuh Chief Operating Officer (COO) Danantara ini.

Melalui konsolidasi dan pengelolaan kawasan yang semakin terintegrasi, Danareksa diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah aset BUMN, memperkuat daya saing kawasan industri nasional, serta mendorong pertumbuhan investasi dan industrialisasi Indonesia.

 

Holding Kawasan Industri BUMN

Sebelumnya, Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi membentuk holding baru bernama Kawasan Industri Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN) untuk memperkuat pengelolaan kawasan industri sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di berbagai daerah.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan, pembentukan entitas baru itu diharapkan mampu menghadirkan pengelolaan kawasan industri yang lebih terarah dan profesional. Selama ini, menurut dia, pengelolaan kawasan industri masih bercampur dengan berbagai lini bisnis lain sehingga dinilai belum berjalan optimal.

“Namanya nanti Kawasan Industri Indonesia, holding baru yang khusus mengurusi seluruh kawasan kita. Nanti kawasan industri kita ini akan menjadi salah satu harapan kita untuk menarik investor masuk,” kata Dony dikutip dari Antara, Selasa (26/5/2026).

 

Ubah Model Bisnis

Dony menilai penguatan kawasan industri menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investor. Dengan model pengelolaan yang lebih fokus, pemerintah berharap proses pengembangan kawasan industri dapat berjalan lebih efektif.

Ia menambahkan perubahan model bisnis juga menjadi bagian dari strategi baru tersebut. Pengelolaan kawasan nantinya tidak lagi dicampur dengan sektor bisnis lain agar seluruh proses dapat lebih terintegrasi.

“Bisnis modelnya kita rubah, jadi fokus kepada kawasan. Tidak ada lagi yang campur-campur,” ujarnya.

Kompetensi Pengelola

Dony mengatakan holding baru tersebut akan mengelola kawasan industri milik BUMN dengan pendekatan yang lebih terintegrasi. Selain itu, Danantara juga akan menempatkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus dalam manajemen kawasan industri.

Menurut dia, kompetensi pengelola menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas kawasan industri nasional.

“Dan kita cari orang yang mengurusnya juga jadi gampang, yang memang memahami mengenai manajemen kawasan,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6