Minyak Rusia Masuk RI, Bahlil: Jangan Tanya Harga, yang Jelas Lebih Baik

Bahlil buka suara soal masuknya 770 ribu barel minyak mentah Rusia ke Indonesia. Tegaskan tak melanggar aturan dan stok BBM aman.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 17:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui pemerintah telah mendatangkan 770 ribu barel minyak mentah dari Rusia. Menurutnya, asal negara sumber impor minyak tidak menjadi masalah selama tidak melanggar aturan internasional.

Bahlil menyampaikan bahwa tahap pertama impor minyak dari Rusia tersebut sudah tiba di tanah air. Adapun proses impornya dilakukan melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai kepanjangan tangan pemerintah.

"Sudah kita lakukan. Tahap pertama diperintahkan lewat Lemigas, karena kedaulatan bangsa tidak boleh diintervensi oleh negara lain," ungkap Bahlil usai menghadiri Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Bahlil menekankan bahwa tujuan utama pemerintah adalah menjaga ketersediaan pasokan dan cadangan BBM di dalam negeri. Karena itu, ia siap mengambil pasokan dari negara mana pun selama dalam koridor yang sah.

"Pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM, berkepentingan untuk menjaga stok cadangan BBM. Saya tidak mau pusing mau ambil dari mana, yang penting tidak melanggar aturan," terangnya.

Ketika ditanya mengenai harga pembelian minyak mentah dari Rusia tersebut, Bahlil masih enggan mengungkap angka pastinya.

"Sudah, jangan tanya harga lah. Yang jelas lebih baik," tandasnya.

Cadangan Penyangga Energi RI

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wakil Menteri ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan, minyak impor dari Rusia akan menjadi cadangan penyangga energi nasional.

Pemerintah berencana untuk mendatangkan 150 juta barel minyak dari Rusia. Itu menjadi kesepakatan usai Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

"Belum (diolah). Jadi penyangga, cadangan penyangga energi nasional," kata Yuliot di Kompleks Parlemen, Jakarta, ditulis Jumat (17/7/2026).

Bahlil Tugaskan Lemigas Impor Minyak Rusia

Pemerintah sebelumnya menugaskan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas untuk melakukan impor minyak mentah dari Rusia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

"Ya, salah satu di antaranya (impor migas dari Rusia),” ujar Bahlil, Senin, 8 Juni 2026.

Langkah tersebut merupakan bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, yang merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6