Ada 425 Produk Dijual di Warung Pangan

Warung pangan yang dikelola ID Food menjadi salah satu instrumen untuk menstabilkan harga.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 16:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama ID Food, Ghimoyo menuturkan, lewat Warung Pangan, perusahaan ingin menggandeng mitra sebagai mitra warung pangan di pasar tradisional. Setiap mitra akan mendapat pasokan dengan harga lebih murah, tetapi dengan komitimen menjual lagi sesuai harga eceran tertinggi (HET).

“Jadi ID Food itu yang paling utama adalah menggandeng mitra. Menggandeng mitra di pasar-pasar tradisional supaya harga itu stabil. Karena yang menjadi mitra Warung Pangan itu punya komitmen dengan kita. Kita kasih harga minimum, tapi dia harus menjual maksimum di harga HET,” kata dia, Senin, (20/7/2026).

“Misalnya ada terjadi gejolak tinggi, dia enggak boleh naikin, karena dari kita harganya sudah cukup murah. Kira-kira nanti itu yang akan dirasakan sama masyarakat, ketersediaan dan stabilisasi harga,” Ghimoyo menambahkan.

Adapun warung pangan ini merupakan aplikasi mobile yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi & UKM serta Kementerian BUMN yang dikembangkan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia bekerja sama dengan BUMN Klaster pangan serta jaringan supplier lainnya.

Apliasi itu dapat diunggah di playstore dan Appstore yang mempermudah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) membeli dan menjual ketersediaan komoditas pangan kepada masyarakat luas.

Seiring hal itu, warung pangan menjangkau 108 kota dengan 28.438 mitra aktif. Produk yang dijual pun mencapai 425 produk.

Lalu apa saja produk yang dijual di warung pangan?

Mengutip laman warungpangan.com, sejumlah kategori produk yang dijual yakni beras, minyak goreng kemasan, obat-obatan,pembersih rumah, ikan, ayam, telur, gula.

Selain itu, ada buah-buahan, minuman sachet, tepung, bihun,air mineral, bumbu dapur instan, makanan beku, makanan ringan, minuman, rempah, dan sayuran, Lalu ada toping kue/isi roti, mentega, susu/yoghurt, daging, sarden, tisu, teh. Lalu ada keperluan rumah tangga, garam, kopi, minyak goreng premium, minyak goreng curah dan lainnya.

Ada Warung Pangan, Pedagang Pasar Lebih Mudah Belanja Barang Grosir

Sebelumnya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, akses barang-barang bagi pedagang pasar tradisional kerap terkendala. Dia menilai, pasokan dari Warung Pangan milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food mampu menjadi salah satu solusi.

Hanif menjelaskan, akses barang tersebut yang kerap mempengaruhi harga jual barang di pasaran nantinya. Menurut dia, akses barang grosir maupun industri lebih sering menyentuh pasar ritel modern.

"Sementara yang kemudian mendapat akses ke grosir dan industri itu biasanya pasar-pasar moderen, pasar-pasar tradisional ini setengah mati untuk mendapat akses stok barang yang akan dipasarkan," kata Hanif, di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dengan demikian, dia berharap dekatnya stok pangan milik Holding BUMN Pangan, ID Food bisa menjadi solusi. Utamanya dalam rangka menjamin stok barang di pasaran melalui Warung Pangan.

"Tentu keberadaan ID Food dengan inovasi warung pangan ini kita harapkan menjadi infrastruktur yang cukup masif di dalam rangka menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga," ujar dia.

Hanif mengatakan, ID Food sebagai BUMN Pangan punya mandat stabilisasi harga pasar. Warung Pangan yang dikelola perusahaan itu disebut mampu jadi salah satu instrumen stabilisasi.

"Kita maklumi bahwa harga di pasar tradisional ini susah sekali untuk kemudian kita pegang dengan kuat sehingga keberadaan warung pangan ini akan mengintervensi pada saat kemudian tidak stabil," kata Hanif.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6