Rumah Subsidi FLPP Laris di Kalangan Milenial dan Gen Z

Penyaluran rumah subsidi FLPP mencapai 77.532 unit hingga Juni 2026. Generasi muda usia 19-25 tahun menjadi penerima manfaat terbanyak.

Diterbitkan 14 Juni 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 77.532 unit hingga 11 Juni 2026. Capaian tersebut setara 22,15 persen dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350.000 unit.

Menariknya, kelompok usia muda 19-25 tahun atau kalangan Milenial dan Gen Z menjadi penerima manfaat terbesar program rumah subsidi tersebut.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan penyaluran bantuan pembiayaan rumah subsidi melalui skema FLPP terus menunjukkan perkembangan positif.

Menurut dia, BP Tapera tidak hanya melakukan pemantauan terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, tetapi juga terus memperluas sosialisasi kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar semakin banyak yang dapat mengakses program tersebut.

"Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi. Tentunya hal ini kami lakukan melalui kolaborasi dengan para mitra kerja seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, perbankan, hingga asosiasi pengembang perumahan," ujar Heru dikutip dari Antara, Minggu (14/6/2026).

Capaian penyaluran tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang. Realisasi FLPP telah tersebar di 8.859 kawasan perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten/kota pada 35 provinsi di Indonesia.

 

Penyaluran BTN Terbesar

Dari sisi perbankan, Bank BTN masih menjadi penyalur rumah subsidi FLPP terbesar. Hingga 11 Juni 2026, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk 37.657 unit rumah atau setara 48,56 persen dari total realisasi nasional.

Posisi berikutnya ditempati kelompok bank syariah nasional dengan penyaluran 19.088 unit rumah atau 24,61 persen. Selanjutnya Bank BRI menyalurkan 6.275 unit rumah atau 8,09 persen, Bank BNI sebanyak 5.608 unit atau 7,23 persen, dan Bank Mandiri sebanyak 2.755 unit atau 3,55 persen.

Sementara dari sisi pengembang, Real Estat Indonesia (REI) menjadi kontributor terbesar dengan realisasi 32.026 unit rumah atau 41,3 persen dari total penyaluran FLPP.

Di posisi berikutnya terdapat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) dengan 23.048 unit atau 29,72 persen. Kemudian Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) sebanyak 10.426 unit atau 13,44 persen.

Adapun Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) mencatat realisasi 3.532 unit atau 4,55 persen, sementara PI berkontribusi sebanyak 2.475 unit atau 3,19 persen.

 

Rincian Penerima Manfaat

Data BP Tapera juga menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap program rumah subsidi FLPP. Kelompok usia 19 hingga 25 tahun menjadi penerima manfaat terbesar dengan total 28.060 unit rumah atau 36,19 persen dari seluruh realisasi penyaluran tahun ini.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan rumah pertama di kalangan generasi muda masih sangat tinggi, terutama melalui skema pembiayaan yang mendapatkan dukungan pemerintah.

Dari sisi pekerjaan, karyawan swasta menjadi kelompok penerima manfaat terbesar dengan 52.592 unit rumah atau 67,83 persen dari total penyaluran FLPP.

Selanjutnya, kelompok wiraswasta tercatat memperoleh 12.699 unit rumah atau 16,38 persen. Disusul pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 6.343 unit atau 8,18 persen, kelompok pekerjaan lainnya sebanyak 4.723 unit atau 6,09 persen, serta anggota TNI/Polri sebanyak 1.175 unit atau 1,52 persen.

Heru optimistis penyaluran rumah subsidi FLPP akan terus meningkat hingga akhir tahun. Menurut dia, BP Tapera secara rutin melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kinerja bank penyalur maupun asosiasi pengembang agar target penyaluran rumah subsidi tahun 2026 dapat tercapai.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6