Persoalan defisit transaksi berjalan (current account) diperkirakan masih akan menghantui Indonesia sampai 2014. Isu melebarnya defisit transaksi berjalan sepanjang tahun ini memang tengah menjadi sorotan investor asing yang menilai belum adanya peningkatan signifikan.
Chief Ekonom Standard Chartered Bank Indonesia, Fauzi Ichsan memperkirakan nilai defisit transaksi berjalan pada tahun 2014 hanya akan berkurang US$ 3 miliar menjadi US$ 29 miliar. Pemerintah tahun ini menargetkan defisit transaksi berjalan bisa ditekan di level US$ 32 miliar.
"Masih defisit tapi defistnya tidak sebesar tahun ini," ungkap Fauzi di Jakarta, Rabu (11/12/2013).
Fauzi memperkirakan munculnya paket kebijakan jilid II dari pemerintah yang mulai berlaku pada Januari 2014 hanya akan mengurangi defisit di semester II-2014.
Sebelumnya Fauzi menilai paket kebijakan lanjutan oleh pemerintah yang lebih mengatur upaya peningkatan ekspor dan mengurangi impor, tidak akan mampu berjalan secara maksimal. Tidak optimalnya kebijakan tersebut dikarenakan pemerintah disibukan dengan gelaran pesta demokrasi Indonesia yang berlangsung pada 2014.
"Dengan adanya Pemilu, otomatis pemerintah tidak benar-benar memberikan 100% optimal karena banyak menteri ekonomi yang memiliki agenda politik, itu harus di pahami," kata Fauzi. (Yas/Shd)
Chief Ekonom Standard Chartered Bank Indonesia, Fauzi Ichsan memperkirakan nilai defisit transaksi berjalan pada tahun 2014 hanya akan berkurang US$ 3 miliar menjadi US$ 29 miliar. Pemerintah tahun ini menargetkan defisit transaksi berjalan bisa ditekan di level US$ 32 miliar.
"Masih defisit tapi defistnya tidak sebesar tahun ini," ungkap Fauzi di Jakarta, Rabu (11/12/2013).
Fauzi memperkirakan munculnya paket kebijakan jilid II dari pemerintah yang mulai berlaku pada Januari 2014 hanya akan mengurangi defisit di semester II-2014.
Sebelumnya Fauzi menilai paket kebijakan lanjutan oleh pemerintah yang lebih mengatur upaya peningkatan ekspor dan mengurangi impor, tidak akan mampu berjalan secara maksimal. Tidak optimalnya kebijakan tersebut dikarenakan pemerintah disibukan dengan gelaran pesta demokrasi Indonesia yang berlangsung pada 2014.
"Dengan adanya Pemilu, otomatis pemerintah tidak benar-benar memberikan 100% optimal karena banyak menteri ekonomi yang memiliki agenda politik, itu harus di pahami," kata Fauzi. (Yas/Shd)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335137/original/038803100_1787912353-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/528475/original/grafik-ekonomi-131211b.jpg)