Tinggalkan Migas, RI Genjot Penerimaan Sektor Industri

Indonesia akan menggeser sektor andalannya untuk sumber pemasukan negara.

Diterbitkan 07 November 2013, 14:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Indonesia akan menggeser sektor andalannya untuk sumber pemasukan negara, yaitu dari sektor Sumber Daya Alam (SDA) ke sektor industri dan hilirisasi.

Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), Mahendra Siregar mengatakan, saat ini sudah ada perubahan sudut pandang mengenai sumber pendapatan negara.

Menurut Mahendra, sumber pendapatan negara tidak hanya berasal dari SDA yang selama ini diandalkan, ternyata ada potensi dari sektor lain yaitu hilirisasi yang masih dapat diandalkan untuk sumber pemasukan negara.

"Justru melihatnya dalam perspektif strategis, melihat Indonesia tidak hanya semata-mata SDA yang diambil dan di ekspor. Kami mendorong lebih jauh yakni pemrosesan, energi dan bahan mentah sektor agro di dalam negeri," kata Mahendra, dalam Indonesian Investment Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Mahendar menambahkan, dengan mengedepankan sektor hilirisasi makan akan menimbulkan banyak manfaat, seperti nilai tambah dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

"Dan nilai tambah akan dirasakan, munculkan lapangan kerja," ujar Mahendra.

Selain itu, sektor industri juga bisa andil dalam pemasukan negara. Mahendra mengungkapkan, sektor industri memiliki pontensi yang besar, pasalnya Indonesia memilik yang besar.

"Lalu di manufaktur, enginering services, bagaimana Indonesia menjadi pasar yang cukup besar untuk domestiknya dan merespon pasar yang besar ini," kata Mahendra.

Secara bertahap Indonesia memiliki kemungkinan besar menjadi dasar produk, eskpor, pasar regional, dan menjadi  bagian industri global.

"Contohnya investor membutuhkan supplier yang akan membangun di sini seperti Siemens dan General Motors. Karena pintu masuk rantai pasok itu memenuhi standar dan pelaku global. Dan mereka bisa masuk produsen, karena pasarnya cukup besar dan ingin produksi dinegara lain," tutur Mahendra.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menyarankan agar produk minyak dan gas bumi (migas) tidak lagi menjadi komoditas yang diandalkan sebagai sumber penerimaan negara. Pengalihan ini diharapkan bisa mendorong hasil sektor lain mengisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)

"APBN didukung penerimaan dari energi, ini harus diubah, dulu sih mungkin bisa dimaklumi, tapi menurut saya itu harus diubah," ujar Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto. (Pew/Ahm/*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6