Negara Berkembang Masih Tumpuan Penjualan Unilever

Permintaan negara berkembang melambat, penjualan Unilever Plc turun pada kuartal ketiga 2013.

Diterbitkan 24 Oktober 2013, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Unilever Plc melaporkan angka penjualan kuartalan turun sejak krisis keuangan. Hal itu didorong dari perlambatan di pasar negara berkembang.

Unilever membukukan pertumbuhan penjualan 3,2% pada kuartal ketiga 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 5,9%. Pertumbuhan penjualan itu terburuk sejak kuartal keempat tahun 2009. Mengutip dari Marketwatch, Kamis (24/10/2013).

Pertumbuhan di pasar negara berkembang melambat menjadi 5,9% dari 12,1%. Penjualan itu dipengaruhi dari perubahan nilai tukar mata uang dan akuisisi. Adapun pendapatan kuartal ketiga turun 6,5% sekitar US$ 17,2 miliar.

Unilever telah melakukan ekspansi ke China dan india. Bahkan penjualan Unilever ke negara berkembang itu hampir 60%, dan itu lebih tinggi dari saingan utamanya P&G mencapai 39%.

"Pasar negara berkembang terus menjadi pendorong utama pertumbuhan kami, dan meskipun saat ini melambat. Mereka tetap menjadi peluang pertumbuhan yang signifikan," kata Chief Executive, Paul Polman. (Ahm)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6