Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah pada akhir perdagangan Jumat, 15 Mei 2026 dengan ditutup pada level Rp 17.597 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah ini disinyalir bakal terus berlanjut hingga akhir Mei 2026 yang didorong sentimen global.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi, kurs rupiah berpotensi tembus hingga Rp 18.000 per dolar AS pada bulan ini. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin mata uang Garuda bakal kembali menciptakan rekor-rekor baru lainnya.Â
"Dalam perdagangan di bulan Mei ini kemungkinan besar Rp 18.000 akan tembus. Seandainya Rp 18.000 tembus di bulan Mei ini, ada kemungkinan besar rupiah akan menembus level Rp 22.000," ujar dia, Sabtu (16/5/2026).Â
Advertisement
Ibrahim menyebut, rupiah memang harus melewati ujian yang sangat berat di libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Mulai dari bank sentral AS, The Fed yang berganti kepemimpinan hingga tensi geopolitik di Timur Tengah.
Kepemimpinan The Fed kini telah beralih dari Jerome Powell ke tangan Kevin Warsh. Sosok baru tersebut diprediksi bakal mempertahankan suku bunga acuan, imbas adanya kenaikan harga minyak yang berdampak terhadap inflasi. Â
"Ini yang mengindikasikan bahwa mempertahankan suku bunga lebih tinggi lagi akan berdampak terhadap penguatan indeks dolar. Apalagi dibarengi dengan perang dagang nanti," kata Ibrahim.Â
Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Di sisi lain, ia juga menyoroti pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping. Pada kesempatan itu, orang nomor 1 China turut memperingatkan Negeri Paman Sam agar tetap menjaga stabilitas di Selat Taiwan.Â
Dari pertemuan ini juga terungkap, China masih ingin terus membeli minyak dari Iran. Alhasil, Negeri Tirai Bambu menawarkan diri untuk bantu menyelesaikan peperangan antara AS dan Iran.Â
"Ini yang sebenarnya secara geopolitik, secara eksternal membuat dolar mengalami penguatan, harga minyak naik, rupiah melemah. Itu dari segi eksternal," imbuh Ibrahim.Â
Diselamatkan Bank Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
Dari sisi internal, Ibrahim menyoroti Bank Indonesia yang sibuk melakukan intervensi pada rupiah di pasar internasional selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus.
Aksi tersebut dilakukan lantaran pasar di Indonesia tengah libur, membuat tekanan dari sisi eksternal menjadi sangat besar. Sehingga membuat transaksi valuta asing di pasar internasional begitu luar biasa dampaknya.Â
"Dan, Bank Indonesia terus melakukan intervensi. Kita lihat rupiah Jumat pagi di Rp 17.600 lebih, dan sempat turun. Artinya Bank Indonesia benar-benar melakukan intervensi di pasar internasional," tutur dia.Â
Â
Advertisement
Dunia Usaha Was-Was
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencermati pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Apalagi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menerus mencatatkan angka terlemah.
Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani turut mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah saat ini. Tercatat, rupiah sempat menyentuh angka Rp 17.600 dolar AS. Angka ini menjadi yang terlemah sepanjang sejarah.
"Tentu menjadi perhatian bagi dunia usaha, dan perlu direspons secara serius dan terkoordinasi karena secara paralel terus menciptakan level baru all-time low," ujar Shinta saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (15/5/2026).
Dia menyadari, melemahnya nilai tukar rupiah merupakan faktor kondisi global. Perang AS-Iran yang tak kunjung selesai, kenaikan harga minyak dunia, hingga kondisi ekonomi AS mendorong penguatan dolar AS.
"Kenaikan yield US Treasury yang dipicu oleh kebutuhan pembiayaan fiskal Amerika Serikat, termasuk eskalasi konflik geopolitik, telah mendorong terjadinya global capital reallocation menuju aset dolar AS," tutur dia.
Shinta memandang, kondisi ini berdampak pada hampir seluruh negara berkembang, termasuk Indonesia, melalui tekanan nilai tukar dan meningkatnya arus dana keluar (capital outflow). "Dalam konteks ini juga perlu dilihat bahwa tekanan yang terjadi bukan bersifat sementara, tetapi berpotensi berlanjut selama faktor global masih belum mereda," paparnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290385/original/086691300_1783478548-Egypt_s_Mostafa_Zico__11__and_Egypt_s_Haissem_Hassan__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8671716/original/074998500_1782710367-1000038129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)